Pendapatan Bumi Resources Diprediksi Bakal Turun

Senin, 02 April 2007 | 17:29 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
DESY PAKPAHANSetelah merampungkan penjualan 30 persen saham PT Kaltim Prima Coal dan PT Arutmin Indonesia, analis memprediksi pendapatan PT Bumi Resources Tbk., akan turun pada tahun ini.

Analis sektor pertambangan BNI Securities Norico Gaman menilai penjualan saham tersebut otomatis berakibat akan menurunnya pendapatan perseroan. Sebab, dua perusahan tambang batu bara itu aset penting dan produksi bagi pendapatan perseroan.

“ Ekspektasi investor terhadap pembagian dividen juga akan terbagi dengan adanya pemilikan baru yaitu Tata Power,” ujar Norico kepada Tempo di Jakarta Senin (2/4).

Kendati, Norico menilai langkah perseroan menjual saham untuk membayar utang sebagai langkah positif. Sehingga, kinerja keuangan akan membaik karena beban bunga berkurang.

Jumat pekan lalu, Bumi Resources menandatangani perjanjian jual beli saham dengan Tata Power Company Limited (India) untuk menjual 30 persen saham KPC dan Arutmin dengan nilai transaksi US$ 1,3 miliar. Nilai tersebut itu termasuk harga dasar sebesar US$ 1,1 miliar dan penyesuaian harga tambahan pada saat penutupan transaksi US$ 200 juta.

Menanggapi hal itu, Komisaris Bumi Nalintkant Rathod mengatakan perseroan tahun ini mentargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 20 persen. Sedangkan pertumbuhan laba ditargetkan dapat melampaui 50 persen.

Untuk mencapai itu, Bumi akan menggenjot produksi batu bara sebesar 60 juta ton per tahun, meningkat 10 juta ton dari tahun lalu. Peningkatan itu, menurut dia, tidak akan akan diikuti dengan penambangan belanja modal.

"Kapasitasnya sudah cukup untuk produksi 60 juta ton. Jadi tahun ini tidak ada belanja modal," katanya. Belanja modal, Nalinkant melanjutkan, baru dibutuhkan pada 2008 hingga 2010 yakni sekitar US$ 300 juta.

Dia juga menambahkan, Bumi juga tengah melakukan studi kelayakan sehingga tidak dapat memastikan dana yang diperlukan untuk ekspansi itu. "Bisa mencapai US$ 400 juta hingga US$ 1 miliar, tergantung hasil studi kelayakan," katanya.

Kedua tambang tersebut diperkirakan dapat mulai berproduksi pada 2010 hingga 2011. Sedangkan pembangunan tambang akan mulai dilakukan tahun depan.

DESY PAKPAHAN

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: