BNI Luncurkan Kredit Wirausaha

Senin, 02 April 2007 | 21:01 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk meluncurkan skema baru kredit usaha mikro kecil menengah (UMKM). Produk kredit bertajuk BNI Wirausaha ini disediakan bagi wirausaha dengan nilai Rp 50 juta-Rp 500 juta, dengan total dana yang disiapkan tahun ini mencapai Rp 1,6 triliun.

Direktur Utama BNI, Sigit Pramono, mengatakan skema kredit dalam kredit ini mempermudah UMKM mendapatkan dana. “Prosesnya hanya membutuhkan waktu tiga hari. Syaratnya juga hanya menyertakan surat keterangan usaha dari pemerintah, bahkan bias dari kelurahan,” kata Sigit dalam soft lounching BNI Wirausaha di Kantor Wilayah BNI 12 Jakarta, Senin (2/3).

Sigit mejelaskan, saat ini BNI telah merubah fokus pembiayaannya. Jika sebelumnya kredit korporasi menguasai porsi kredit BNI, saat ini kredit non-korporasi termasuk kredit UMKM dan syariah akan diutamakan sebesar 60 persen portofolio kredit. Sebab, Sigit menilai, upaya menggerakkan sektor riil tidak boleh hanya dilakukan pada korporasi, melainkan juga usaha kecil. “Apalagi UMKM paling banyak menyerap tenaga kerja,” tuturnya.

Menurut Sigit, produk baru ini akan melengkapi produk pembiayaan yang dimiliki BNI bagi UMKM. Saat ini, BNI telah memiliki produk BNI Mikro untuk kredit Rp 0 - Rp 50 juta, BNI Usaha Berkembang untuk kredit Rp 500 juta-Rp 3 miliar, dan BNI Usaja Maju untuk kredit Rp 3 miliar-Rp 10 miliar. “Kami ingin kredit ini bersifat jangka panjang. Setelah wirausaha berhasil, mereka bisa mengajukan kredit baru pada BNI Usaha Berkembang, dan seterusnya,” cetusnya.

Sigit juga menuturkan, produk ini sebetulnya telah diuji-coba sejak November tahun lalu di Jawa dan Sumatera. Hasilnya, saat ini telah tersalurkan kredit BNI Wirausaha senilai Rp 151,1 miliar kepada 330 debitor, dengan komposisinya 87 persen kredit modal kerja dan 13 persen kredit investasi.

Disinggung soal resiko kredit, Sigit mengaku telah mempersiapkan pencegahan. Caranya, kata dia, penyaluran kredit akan terfokus kepada usaha dengan radius 10 kilometer dari kantor cabang setempat. “Dengan demikian nasabah mengenal kami, begitu pula sebaliknya. Ini cukup untuk mitigasi resiko,” cetusnya.

AGOENG WIJAYA






Komentar Anda

  • TIDAK GAMPANG
    Kredit tidak semudah promosinya. Saya pemegang kartu taplus utama beberapa tahun dan punya usaha kecil. tahun 2007 saya mau pinjam 20-50jt. tidak diterima akhirnya saya pinjam ke bank swasta syariah amanah ummah di lw. liang bogor alhamdulillah diterima dan sekarang jalan 10 bln cicilan lancar. Kayaknya harus punya koneksi dan semestinya ada prioritas utuk penabung/nasabah bni. sejak itu saya stop saja tabungan saya, padahal per bulan lumayan lho sekitar 10-20 jt uang keluar masuk tabungan.
    Pengirim : S. PUR di BOGOR
Kirim