Produsen Mebel Indonesia Kejar Pasar Cina

Senin, 09 April 2007 | 16:59 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Produsen mebel, furnitur dan kerajinan tanah air mengubah strategi menghadapi Cina. Produsen tak lagi berlomba menyaingi produk Cina di pasar internasional, tapi akan serius masuk memenuhi kebutuhan konsumen Cina.

"Apabila kami terus bersaing, sangat sulit mengejar produk dengan teknologi tinggi buatan Cina. Makanya, kami serius masuk ke pasar lokal Cina," kata Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia, Ambar Thahyono, di Gedung Badan Pengembangan Ekspor Nasional, Jakarta (9/4).

Ambar optimis strategi masuk ke pasar lokal Cina merupakan pilihan yang tepat. Produsen Indonesia sudah unjuk gigi dalam pameran internasional mebel , furnitur dan kerajinan di Senzhen. "Antusiasme luar biasa," tutur Ambar.

Nilai kontrak pada pameran sekitar US$ 5,2 juta. Jumlah ini jauh lebih tinggi dari nilai ekspor produk mebel ke Cina sepanjang tahun 2006 dengan nilai US$ 2 juta. Sementara, total ekspor mebel, furnitur dan kerajinan ke seluruh negara senilai US$ 1,8 miliar.

Menurut Kepala Divisi Badan Pengembangan Ekspor Nasional, Syamsul Bahri Siregar, faktor yang membuat permintaan meningkat adalah Cina mengalami kekurangan 30 persen atas bahan baku kayu "Saat ini mereka sedang menjalankan percepatanan penanaman kayu, yang baru dapat dinikmati lima tahun kemudian," jelas Syamsul.

Selain itu, pemerintah Cina mulai mencabut kebijakan pengembalian pajak atau tax refund sebesar 18-20 persen untuk setiap ekspor mebel dan erajinan."Gantinya, pemerintah mengarahkan produsen untuk memenuhi kebutuhan pasar lokalnya," jelas Bahri.

YULIAWATI






Komentar Anda

Kirim