Pemerintah Waspadai Kenaikan Bunga Yen

Rabu, 11 April 2007 | 18:41 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah harus mewaspadai kenaikan bunga utang berdenominasi Yen setelah Jepang menaikkan bunganya dari 0 persen menjadi 0,5 persen.

Peringatan itu disampaikan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan Anggito Abimanyu. Dia mengatakan pengaruh kenaikan bunga ini cukup besar bagi Indonesia. Sebabnya beberapa utang Indonesia dalam mata uang Yen. "Pasar modal dan beban bunga utang luar negeri dari yen akan terpengaruh," kata Anggito di Departemen Keuangan kemarin.

Dia menyarankan pemerintah agar intensif mengamati pergerakan Yen. Jika penguatan Yen berlanjut, kemungkinan pemerintah akan mendiversifikasi pinjaman luar negeri bermata uang yen ke mata uang negara lain.

Selain itu untuk mengurangi risiko, pemerintah juga telah meminta Bank Indonesia mendiversifikasi cadangan devisanya yang berdenominasi Yen. "Kami harapkan porsi kita memegang Yen bisa dipindahkan ke tempat lain untuk mengurangi risiko valas (valuta asing)," kata Anggito.

AGUS SUPRIYANTO






Komentar Anda

Kirim