Bank Mayapada Terbitkan Obligasi Rp 750 miliar

Rabu, 11 April 2007 | 19:00 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Bank Mayapada Tbk, menerbitkan obligasi II dan obligasi subordinasi II 2007 senilai Rp 750 miliar. Obligasi II yang akan dicatatkan pada Bursa Efek Surabaya pada Mei mendatang ini ditawarkan dengan bunga 11,25-12,5 persen, untuk jangka waktu selama 3-10 tahun.

Direktur Utama Bank Mayapada Hendra mengatakan penerbitan obligasi ini bertujuan memperbaiki maturity gap dalam pendanaan dan meningkatkan rasio kecukupan modal Bank Mayapada. Menurut dia, struktur pendanaan bank yang dipimpinnya saat ini didominasi pendanaan jangka pendek. Padahal struktur pembiayaan Bank Mayapada, yang terfokus pada sektor ritel dan konsumer, terdapat beberapa pembiayaan jangka panjang.

"Jadi ini adalah untuk mengatasi terjadinya mis macth dalam struktur pendanaan kami," kata Hendra dalam public expose Bank Mayapada di Jakarta.

Direktur Keuangan Bank Mayapada Tjong Sudarman, menjelaskan pertumbuhan modal saat ini menjadi faktor penting dalam industri perbankan. "Apalagi kompetisi industri perbankan saat ini cukup ketat," ujarnya. Struktur modal yang kuat, bisa meningkatkan kapasitas Bank Mayapada untuk menjalankan ekspansi kredit tahun ini.

Sudarman memaparkan, tahun ini bank yang dikelolanya telah mentargetkan total penyaluran kredit bisa mencapai Rp 4,7 triliun, dari sebelumnya hanya Rp 2,5 triliun pada akhir tahun lalu. Komposisinya, kata dia, sebesar 30 persen kredit mikro dan 60 persen kredit usaha kecil menengah (UKM). "Sisanya adalah korporasi. Ini sesuai dengan kebijakan perseroan untuk fokus pada kredit ritel dan konsumer," ujarnya.

Menurut Sudarman, selain mengandalkan penerbitan obligasi, Bank Mayapada juga telah berencana menggandeng strategic investor usai 2010 mendatang untuk memperkuat kapasitas modal. Sebagai tahap awal, kata dia, selama tiga tahun mendatang perseroan akan fokus mencari financial investor, dengan target total aset tumbuh menjadi lebih dari Rp 7,5 triliun dari posisi saat ini sebesar Rp 4 triliun.

Dia mengaku telah bertemu beberapa investor asal dalam dan luar negeri. "Tapi belum ada yang menyatakan keseriusannya. Karena itu kami menerbitkan obligasi ini untuk meningkatkan daya tawar kepada investor," tuturnya sembari menolak menyebutkan beberapa investor yang dimaksud.

AGOENG WIJAYA

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: