Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Presiden Minta BUMN Bersaing
Kamis, 12 April 2007 | 14:08 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Badan Usaha Milik Negara meningkatkan daya saing agar barang dan jasa yang dihasilkan lebih berkualitas, murah dan cepat.

"BUMN harus mampu bersaing dengan swasta nasional, asing dan multinasional," kata Susilo dan pidato pembukaan Forum Badan Usaha Milik Negara di Jakarta Convention Centre.

Bila barang yang ditawarkan oleh BUMN berkualitas buruk, Presiden meminta masyarakat tidak membeli produk yang ditawarkan dan mencari yang lebih baik. "Jangan korbankan rakyat hanya untuk mengorbankan kepentingan yang lain," kata dia.

Manajemen perusahaan pelat merah juga diminta tidak ragu dalam mengambil keputusan bisnis. "Lakukan keputusan bisnis secara rasional," katanya. Antara lain dengan menolak segala bentuk intervensi dari penguasa.

Bagi penegak hukum, Presiden berpesan agar tidak gegabah dan cermat dalam melakukan proses hukum. Aparat hukum harus mampu bedakan kasus korupsi dan atau bukan. "Kalau rugi karena resiko bisnis tentu tidak bisa serta merta dianggap korupsi," kata dia.

Bila tuduhan korupsi yang dilontarkan penegak hukum tidak beralasan, Presiden juga meminta manajemen BUMN agar bertindak tegas. "Sampaikan kepada kami. Tugas kami adalah menegakkan keadilan," kata dia.

Yang tidak bersalah, lanjut dia, tidak boleh diberi sanksi. "Kalau salahnya kecil hukumannya ringan, kalau salahnya besar hukumannya juga berat," kata Presiden menegaskan.

Budi Riza

Dari Arsip Majalah TEMPO
Pergantian di Tengah Jalan | 11 April 2005
Ramai-ramai Ganti Posisi | 04 April 2005
Bisnis Sepekan | 21 Maret 2005
KPPU Harus Belajar Mengenai Kontrak | 14 Maret 2005
Maaf, Tiada Uang dari BUMN  | 03 November 1998
Kalau Tanri Punya Mimpi  | 31 Mei 1999
Bola Panas Sekretaris Menteri | 20 Desember 2004
'Four in One' yang Tak Mudah  | 17 Mei 1999
Wajah PLN Setelah Dipermak Nanti  | 04 Mei 1999
"Saya Tidak Pernah Menerima Surat itu" | 13 Desember 2004
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Restrukturisasi BUMN akan Dipercepat
Pemerintah Sediakan Rp 82 Miliar untuk Resi Gudang
Kementerian BUMN Akan Beli Gedung Kantor Baru Rp 47 Miliar
Privatisasi BUMN Tunggu Hasil Audit Kinerja 2005
Menteri BUMN Akan Menyuap Gas Agar Pupuk Tak Langka
Kementerian BUMN Bentuk Komite Kebijakan Publik
Pemerintah Copot Seluruh Direksi BUMN Perikanan
Kementerian BUMN Restukturisasi 20 BUMN
Sugiharto Bebaskan Setoran BUMN Kecil
Said Didu : Tak Mungkin Pejabat BUMN Memprovokasi
> selengkapnya...

Website

Kementerian BUMN
Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (Perum PPD)

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk97713 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Tak Ada Minyak Mentah Di Antapani
Walikota Cirebon Tolak Cairkan Gaji ke 13
Polisi Ringkus Pembuat Uang Palsu
Klinik HIV/AIDS untuk Napi Banceuy
PDIP Kecewa Kepala Daerah Dilarang Kampanye.

<< April,2007>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data