Sosialisasi Minim, Pasar 3G Lambat
Jum'at, 13 April 2007 | 13:53 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Senior Manager Produk Marketing Sony Ericsson, Meiske Surjadinata, menilai sosialisasi telepon seluler generasi ketiga atau 3G kepada masyarakat masih minim.
Hal ini bisa dilihat dari fungsi 3G yang diketahui masyarakat secara umum. "Rata-rata masyarakat hanya tahu fungsi video call," kata Meiske, di Jakarta hari ini.
Minimnya sosialisasi ini, kata Meiske, membuat industri 3G di Indonesia berjalan lamban. Faktor harga handset 3G yang lebih tinggi turut membuat lambannya industri 3G. Untuk menurunkan harga handset 3G tergantung reaksi para produsen.
"Harga handset nantinya akan ditentukan oleh kompetisi pasar," kata Mieske. Saat ini harga handset 3G rata-rata Rp 3 juta per unit. Untuk membuat 3G lebih dikenal dibutuhkan waktu empat hingga lima tahun.
Dalam kurun waktu itu diharapkan pemahaman masyarakat akan fungsi-fungsi 3G semakin meningkat. "Maka masyarakat akan meminati 3G," kata Meiske.
Selain itu, dalam kurun waktu tersebut kompetisi pasar akan membuat harga-harga 3G turun. Sony Ericsson sendiri meluncurkan handset 3G tahun ini. Jumlah ini hanya 25 persen dari total produk yang dikeluarkan Sony Ericsson.
M NUR ROCHMI




Komentar Anda :