Pemerintah Prioritaskan SUN untuk Tutup Defisit Anggaran

Jum'at, 13 April 2007 | 17:58 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Keuangan mengakui pemerintah akan mengajukan pinjaman baru senilai US$ 1 miliar (sekitar Rp 9 triliun) kepada Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asiau ntuk menambal defisit anggaran Pemerintah 2007. Namun, pemerintah tetap memprioritaskan penerbitan surat utang negara untuk menutup defisit tersebut.

Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Rahmat Waluyanto menyatakan, utang tersebut memang sudah dialokasikan sejak awal untuk menutup defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2007 sebesar 1,1 persen. "Jadi yang ditetapkan Bappenas itu bukan skema utang baru, karena rencananya untuk menutup defisit pada angka 1,1 persen," katanya kepada Tempo di Jakarta, Jumat (13/4).

Untuk menutup defisit anggaran, kata dia, pemerintah tetap memerlukan pinjaman utang luar negeri, selain juga menggunakan instrumen Surat Utang Negara (SUN. "Kalau defisitnya membengkak, prioritasnya tetap dari pembiayaan dalam negeri melalui obligasi negara," paparnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pinjaman utang luar negeri tetap terbuka sebagai salah satu instrumen pembiayaan defisit. Namun, risiko dan bebannya akan disandingkan dengan instumen pembiayaan SUN. "Kemungkinan bisa saja pinjam ke World Bank atau ADB, tetapi akan dilihat sisi risikonya terutama resiko denominasi mata uang asing," katanya.

Anton Aprianto






Komentar Anda

Kirim