|
Iklan Operator telekomunikasi Kurang Transparan
Sabtu, 14 April 2007 | 18:13 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Badan regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menilai banyak iklan operator telekomunikasi yang kurang transparan.
Kondisi ini, menurut Anggota BRTI Heru Sutadi, membuat banyak masyarakat merasa tertipu setelah membeli produk yang diiklankan. Dia menjelaskan tuntutan operator agar lebih transparan mencuat seiring hadirnya operator baru di industri telekomunikasi Indonesia yang meningkatkan iklim kompetisi penyediaan layanan telekomunikasi.
"Masyarakat sekarang sudah cerdas, kalau operator tidak benar beriklan maka yang rugi operator itu sendiri," kata Heru kepada Tempo di Jakarta, Sabtu (14/4).
Dia menjelaskan permintaan BRTI ini diambil pasca banyaknya keluhan masyarakat terkait dengan materi iklan Hutchison dengan produk 3 (three) yang baru diluncurkan.
Setelah dipelajari, menurut Heru, ternyata yang dilakukan operator yang berpusat di Hong Kong itu juga dilakukan operator lainnya. Seperti materi iklan Hallohybrid (Telkomsel), Flexisureprice (Telkom), dan FlexiCombo (Telkom).
Iklan-iklan itu, kata dia, tidak memberi keterangan yang jelas mengenai bentuk layanannya. "Beriklan silakan, tapi harus yang benar dan iklan yang ada harus direvisi," ujar Heru.
Eko Nopiansyah
INDEKS BERITA LAINNYA :
|