Pertumbuhan Akan Dipercepat

Senin, 23 April 2007 | 15:40 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan percepatan pertumbuhan ekonomi dalam 2,5 tahun terakhir masa kepemimpinannya.

Langkahnya, seluruh kementerian/lembaga harus melakukan efisiensi anggaran. Sebab, selama tiga tahun terakhir terjadi pembengkakan belanja pemerintah.

"Percepatan pertumbuhan ini supaya kita bisa menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran," papar Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Suzetta seusai membuka acara sosialisasi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025 di gedung Bappenas, Jakarta, Senin (23/4).

Paskah memaparkan, belanja pemerintah pada awal tahun 2007 adalah Rp 550 triliun. Jumlah ini meningkat menjadi Rp 763 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2008. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dapat dilihat dari belanja pemerintah yang sesuai koridor. Selain itu, ada peningkatan investasi dan ekspor. "Tidak perlu membangun (gedung) yang mewah-mewah, membeli mobil atau kendaraan," ujarnya.

Untuk mengejar pertumbuhan ekonomi itu, Paskah mengatakan, tahun depan pemerintah akan mengubah kebijakan fiskal yang sangat mendasar. Anggaran kementerian/lembaga tahun depan, kata dia, harus berbasis kinerja. Sehingga, tidak ada duplikasi pembelian barang dan jasa pemerintah yang berakibat pada ketidakefisienan anggaran.

Pemerintah pusat, dia melanjutkan, akan mengetatkan pemakaian anggaran untuk pengadaan barang dan jasa. "(Terutama) fisik. Belanja pemerintah tiga tahun ini terus meningkat dan hasilnya belum optimal," katanya.

KURNIASIH BUDI






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: