Indonesia Desak AS Tangani Perubahan Iklim Global

Rabu, 25 April 2007 | 09:56 WIB

TEMPO Interaktif, Copenhagen:Indonesia mendesak Amerika Serikat sebagai negara penghasil polusi terbesar dunia untuk ikut dalam perjanjian internasional mengenai iklim global.

Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar mengatakan keikutsertaan itu penting karena dunia menghadapi bahaya akibat berubahnya cuaca. Cina dan India juga didesak untuk ikut aktif dalam perjanjian yang akan menggantikan Protokol Kyoto itu.

"Saya tidak melihat alasan kenapa mereka tidak bisa ikut," kata dia dalam konferensi lingkungan hidup di Copenhagen, Denmark.

Menteri Lingkungan Hidup Denmark Connie Hedegaard menyatakan persetujuannya. "Ini menjadi prioritas Eropa untuk melibatkan sebanyak mungkin negara dalam hal ini," kata dia.

Budiriza/AP






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: