Pembiayaan Perbankan ke Sektor Perkapalan Minim

Rabu, 25 April 2007 | 11:50 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Peluang pembiayaan perbankan di sektor perkapalan masih sangat besar. Deputi Gubernur Bank Indonesia S. Budi Rochadi dalam sambutan seminar Prospek dan Peluang Pembiayaan Contract Based Armada Pelayaran Nasional Pada Industri Migas di Gedung Bank Indonesia mengatakan, kebutuhan kapal di Indonesia masih sangat tinggi.

Padahal saat ini, pembiayaan di sektor perkapalan masih sangat rendah yaitu hanya sekitar 0,8 persen atau Rp 6,7 triliun dari seluruh kredit yang disalurkan perbankan. Sedangkan biaya yang dibutuhkan untuk mengembangkan armada nasional berdasarkan kajian STRAMINDO (sea transportation and maritime industry in the republic of indonesia) hingga 2009 mendatang ditaksir Rp 27,6 triliun.

Budi mengatakan rendahnya pembiayaan ke sektor pelayaran disebabkan masih rendahnya pengetahuan perbankan terhadap kegiatan industri perkapalan. Selain itu, dukungan pemerintah juga masih kurang. "Pelayaran resikonya dianggap besar jadi mereka (perbankan) belum tahu. Kemampuan permodalan para debitur juga sangat terbatas," kata Budi.

Pemerintah telah menerbitkan Inpres RI No.5/2005 pada 28 Maret 2005 tentang 'Pemberdayaan Industri Pelayaran Nasional dengan asas cabotage (proteksi terhadap industri pelayaran dan perkapalan dalam negeri). Pada 2010 diharapkan semua angkutan laut dalam negeri oleh armada asing harus sudah digantikan dengan kapal berbendera Indonesia.

Kebijakan tersebut akan memberi peluang terhadap pelayaran nasional. Selain itu pendanaan bagi lembaga keuangan khususnya perbankan nasional guna pengadaan kapal.


SURYANI IKA SARI






Komentar Anda

Kirim