Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Chandra Asri Investasi US$ 40 Juta
Minggu, 29 April 2007 | 17:36 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Chandra Asri melakukan investasi senilai US$ 30-40 juta tahun ini untuk meningkatkan kapasitas produksi. Perusahaan petrokimia ini berencana menaikkan jumlah produksi ethylene sebanyak 590 ribu ton per tahun dari produksi 550 ribu ton per tahun.

Sekretaris Perusahaan Chandra Asri Suhat Miyarso mengatakan penambahan kapasitas produksi dengan cara pembelian mesin pengolah dan pemecah (cracker) Nafta, bahan baku utama untuk menghasilkan ethylene.

Dia menjelaskan setiap tahun Chandra Asri membutuhkan 1,3 -1,4 juta ton Nafta. "Dengan tambahan cracker, Nafta yang diolah menjadi 1,6 juta ton baru," ujar Suhat kepada Tempo akhir pekan lalu.

Selama ini perseroan melakukan impor Nafta sebanyak 85 persen dari Timur Tengah, India dan Singapura. Hanya 15 persen Nafta yang tersedia dari PT Pertamina (Persero). Nafta merupakan produk ikutan dari kilang minyak penghasil bahan bakar minyak.

Salah satu pendorong peningkatan kapasitas produksi perseroan karena harga ethylene yang semakin menarik. Menurut Suhat, harga ethylene di pasar internasional berada dalam posisi US$ 600-700 per ton. "Sejak tiga tahun terakhir, harga semakin bagus," ujar Suhat. Selain itu, siklus harga di pasar dunia biasanya bertahan untuk masa 5-7 tahun.

Saat ini, 20 persen ethylene yang dihasilkan perseroan dijual di pasar ekspor. Sedangkan 80 persen dipakai untuk kebutuhan dalam negeri. "Ada 200 perusahaan dalam negeri menggunakan produk kami," katanya.

Yuliawati


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pertumbuhan Industri Masih Lambat

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk99035 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< April,2007>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data