BPK Minta BNI Tutup Cabang di London
Kamis, 03 Mei 2007 | 07:07 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Anwar Nasution mendesak PT Bank Negara Indonesia Tbk. menutup kantor cabang di London.
"Tutup saja bank itu. Selama ini hanya jadi sumber penyakit," kata Ketua BPK Anwar Nasution saat menyerahkan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan BPK Semester II/2006 kepada Dewan Perwakilan Daerah di Jakarta, kemarin.
Berdasarkan audit BPK terhadap BNI Cabang London, dia mengungkapkan, selama lima tahun terakhir, pada 2001-2005, kantor cabang di ibu kota Inggris tersebut hanya menggerogoti kantor pusatnya. Misalnya, penempatan dana luar negeri kantor pusat BNI dipinjamkan ke perusahaan asing, lalu menimbulkan kredit macet.
Dia menganalogikan seperti orang yang tangan atau kakinya membusuk karena diabetes, dokter pasti akan mengamputasinya. Sebab, bila dibiarkan, ada kemungkinan penyakitnya malah akan menyebar. Bahkan, dia melanjutkan, otoritas moneter di Inggris sudah lama meminta kantor cabang BNI di London ditutup.
Direktur Utama BNI Sigit Pramono dan Sekretaris Perusahaan BNI Intan Abdams belum dapat dimintai tanggapan. Kemarin, saat ditelepon, Sigit mengatakan sedang rapat.
Direktur Perencanaan Strategis Bank Indonesia Budi Mulya mengatakan Bank Indonesia belum mendapat informasi mengenai permintaan BPK agar BNI menutup kantor cabangnya di London. "Kami harus meminta klarifikasi dulu bagaimana permasalahannya," ujarnya. Tiap bank diawasi pengawas dari bank sentral, termasuk di BNI. "Nanti pengawas di sini akan bekerja sama dengan pengawas di sana (London)," ujar Budi.
l AGUS SUPRIYANTO | AGOENG WIJAYA | DESY PAKPAHAN





