Rupiah Diperkirakan Melemah Tipis
Selasa, 08 Mei 2007 | 09:02 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan akan melemah tipis. Penurunan ini disebabkan adanya aksi profit taking atau ambil untung yang dilakukan pelaku pasar akibat posisi nilai tukar rupiah semakin menguat pada perdagangan sebelumnya.
"Pasar sudah jenuh, kelebihan likuiditas sehingga ada kecenderungan rupiah melemah," ujar analisis Corfina Cafital Hendra Bujang saat dihubungi Tempo Selasa (8/5).
Pada perdagangan kemarin, rupiah ditutup pada level Rp 8.800 dan sempat menguat di level Rp 8.865 per dollar Amerika Serikat, level terkuat sejak 2004.
Adanya kecenderungan melemahnya rupiah, kata Handra, juga dipengaruhi oleh sinyalemen aksi borong dollar oleh sejumlah perusahaan baik Badan Usaha Milik Negara maupun swasta untuk menutup defisit neraca karena utang.
Di samping itu, masuknya aliran dana asing yang masuk ke pasar obligasi juga menjadi hal rawan menurunkan nilai tukar rupiah. Terlebih lagi dengan adanya obligasi surat utang negara (SUN) yang diperdagangkan di bursa. Kondisi ini membuat , rupiah akan over likuiditas dan pelaku pasar akan mencari celah untuk balik membeli dolar
"Namun penurunannya juga tidak signifikan, malah menuju posisi stabil di Rp 9000 per dollar AS," kata dia. Secara ekonomi makro, posisi tukar ini menguntungkan pemerintah karena bisa menyeimbangkan patokan nilai tukar rupiah di APBN yang di patok di level Rp 9.500.
Anton Aprianto





