Garuda Klaim Turunkan Kerugian Signifikan
Kamis, 10 Mei 2007 | 06:53 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Manajemen perusahaan penerbangan, PT Garuda Indonesia (Persero), mengklaim telah berhasil menurunkan angka kerugian secara signifikan selama dua tahun terakhir. Hal ini dinilai sebagai hasil program penataan dan perbaikan manajemen internal perusahaan.
Manajemen telah menurunkan angka kerugian pada 2006 hanya sebesar Rp 197 miliar, dari yang tahun sebelumnya mencapai Rp 688,4 miliar. Sedangkan kerugian di 2004 tercatat sebesar Rp 811,3 miliar.
"Bahkan pada periode triwulan pertama tahun 2007 ini, Garuda mampu membukukan keuntungan sebesar Rp 114,8 miliar," ujar juru bicara Garuda Indonesia Pujobroto, seperti dikutip siaran pers yang diterima Tempo, Kamis (10/5) di Jakarta.
Namun begitu, manajemen mengakui masih menghadapi masalah krusial diantaranya warisan utang yang cukup besar, dimana saat ini sedang diupayakan proses restrukturisasinya.
Adapun yang dimaksud penjualan aset, menurut Pujobroto, aset yang bersifat non produktif. Diantaranya: suku cadang pesawat yang tiak lagi dioperasikan Garuda sendiri, seperti: DC-10 dan B-747-200.
"Karena Garuda tidak mengoperasikan pesawat itu lagi, maka jika suku cadang dipertahankan tidak akan memberi nilai tambah, bahkan menimbulkan biaya perawatan," ujarnya.
RR ARIYANI




Komentar Anda :