BI Targetkan Cadangan Devisa US$ 55 Miliar

Kamis, 10 Mei 2007 | 14:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Jakarta---Deputi Gubernur Bank Indonesia Aslim Tadjudin memperkirakan cadangan devisa mencapai US$ 55 miliar hingga akhir tahun ini.

"Mudah-mudahan bisa lebih dari jumlah saat ini, berdoa saja sampai US$ 55 miliar," katanya usai Seminar Pemberdayaan Lembaga Keuangan Bukan Bank dalam Meningkatkan Pertumbuhan Sektor Riil di Graha Niaga, Kamis (10/5).

Sebelumnya BI mentargetkan cadangan devisa mencapai US$ 50 miliar, namun saat ini cadangan devisa sudah mencapai sekitar US$ 51 miliar.

Aslim menambahkan penguatan rupiah disebabkan oleh faktor eksternal dan domestik. Faktor eksternal, kata dia, disebabkan tren pelemahan dolar terhadap valuta utama dan regional. Sedangkan dari faktor domestik indikator makro dinilai cukup bagus.

"Penguatan rupiah merefleksikan outlook ekonomi yang positif," katanya.

Dia mengatakan, country risk saat ini sudah berkurang sehingga capital inflow besar.

Aslim mengatakan BI tidak mentargetkan level nilai tukar rupiah. Hal itu, kata dia, diserhakan pada pasar sesuai dengan permintaan dan penawaran. BI hanya menjaga supaya tidak terjadi volatility yang tajam.

"Saat ini penguatannya tidak terlalu cepat, masih bertahap meski hari ini penguatannya cukup besar," kata dia.

Desy Pakpahan

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :