Kerata Lodaya Sempat Tergelincir

Kamis, 10 Mei 2007 | 21:52 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kereta Api Lodaya Jurusan Solo-Bandung sempat tergelincir pukul 16.10 di KM 244+7/8 antara wilayah Ciawi dan Cirahayu Kabupaten Tasikmalaya. Satu as pada salah satu pasangan roda di gerbong ketiga paling belakang lepas dan membuat kereta oleng sehingga akhirnya tergelincir.

Menurut Kepala Hubungan Masyarakat PT KAI Daerah Operasi II Bandung, Sukendar Mulia, tiga gerbong paling belakang yang tergelincir dan sebagain ada yang keluar jalur merupakan kereta kelas eksekutif. Sisanya empat gerbong bisnis dan satu gerbong kereta makan dan satu kereta pembangkit tetap pada posisi di rel. "Sekitar setengah jam setelah tergelincir,gerbong yang tetap di rel segera di berangkatkan ke Bandung," kata dia ketika dihubungi Tempo Kamis (10/5).

Menurut Sukendar, tidak ada korban jiwa karena kejadian ini tergolong kejadian ringan. Gerbong yang kelaur pun hanya sebagian dari gerbong eksekutif pertama. Sebanyak 143 penumpang kembali diangkut oleh gerbong bisnis yang posisinya tidak tergelincir. "Relnya sendiri tidak terganggu, karena yang bermasalah satu as di salah satu roda gerbong eksekutif," ujar dia.

Proses evakuasi terhadap gerbong eksekutif yang tergelincir pun, kata Sukendar, tidak memakan waktu lama. Sekita pukul 19.45 tim evakuasi dari stasiun Cibatu Tasikmalaya dapat memperbaiki kerusakan dan tiga gerbong tersebut daapat ditarik ke Bandung menggunakan lokomotif bantuan. "Perjalanan yang melalui lintasan tersebut pun normal, karena kereta yang melintas umumnya melewati lintasan tersebut diatas pukul 20.00 WIB," kata dia.

Menurun Sukendar, lintasan ini merupakan penghubung jalur Bandung ke kota-kota di jawa Tengah dan jawa Timur. Jalur ini pun tidak berhubungan dengan jalur yang menunju Jakarta sehingga kepadatannya tidak begitu tinggi. "Hal ini sudah kami tanggani dengan baik," katanya. Kerata Api Mutiara Bandung_surabaya, KA Turangga_Surabaya Serta KA Lodaya Bandung-Yogyakarta sudah berangkat sesuai jadwal keberangkatan.

Anton Aprianto

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :