Produsen Bentuk Tim Audit Pasokan Kelapa Sawit
Jum'at, 11 Mei 2007 | 00:32 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kalangan produsen kelapa sawit mentah sepakat membentuk tim audit dalam rangka stabilisasi harga minyak goreng.
Tim audit tersebut, menurut Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Susanto terdiri dari perwakilan produsen, prosesor (pengolah) dan distributor.
Selain tim audit akan melibatkan kalangan profesional yakni akuntan publik dan surveyor. “Kami perlu independen dalam pengawasan, sehingga perlu memastikan apakah tak terjadi penyimpangan,” ujarnya kepada Tempo kemarin.
Dia mengatakan pengawasan itu nantinya menyangkut jumlah pasokan kelapa sawit yang dikirim produsen, pengolahan kelapa sawit yang dilakukan prosesor setelah mendapat pasokan dari produsen dan distribusi pada sub agen.
Menurut Susanto tim akan diumumkan Selasa depan. Tim akuntan publik, katanya diperlukan untuk mengecek kelengkapan administrasi dan tim surveyor bekerja melakukan pemeriksaan langsung ke lapangan. “Mungkin yang diperiksa itu hanya sampling saja, tak seluruhnya.”
Dia mengharapkan pemerintah turut berpartisipasi mendukung langkah pembentukan tim audit, yang akan mengeluarkan dana tak sedikit. “Kami bekerja memang berdasarkan kepercayaan, tapi kepercayaan itu perlu dijaga,” ujarnya.
Adapun, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Departemen Perdagangan, Ardiansyah Parman menegaskan pemerintah menilai tak perlu ada tim audit. Sebab, sudah ada kesepakatan untuk menurunkan harga minyak goreng, masing-masing pihak bekerja berdasarkan kepercayaan.
Pembentukan tim audit, katanya hanya menunjukkan ketidakpercayaan antara produsen dan prosesor. “Di sini kepercayaan tak ada. (Biasanya) auditor muncul apabila tak ada kepercayaan,” katanya.
Menurutnya, pengawasan ke lapangan tak dilakukan pemerintah. Pemerintah hanya melakukan pengawasan berdasarkan terciptanya penurunan harga minyak goreng. “Yang penting adalah tercapainya target harga Rp 6.500-6.800 sebelum 1 Juni,” kata Ardiansyah.
Seperti diketahui, saat ini produsen kelapa sawit mentah baru berkomitmen menyediakan pasokan kelapa sawit mentah sebanyak 90 ribu ton per bulan. Sementara itu, pemerintah menargetkan kesediaan pasokan kelapa sawit mentah untuk minyak goreng minimal 100 ribu-150 ribu ton.
YULIAWATI
Topik :




Komentar Anda :