Obligasi Jasa Marga Tawarkan Bunga 9,8-10,5 Persen

Selasa, 15 Mei 2007 | 00:35 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Jasa Marga (Persero) Tbk., yang akan menerbitkan obligasi menawarkan tingkat suku bunga tetap yang berkisar 9,8 hingga 10,5 persen.

Direktur Utama Jasa Marga Frans S. Sunito mengatakan bunga obligasi berjangka 10 tahun itu akan dibayarkan tiap tiga bulan. “Sedangkan pelunasan dilakukan secara penuh di akhir jangka waktu,” katanya di Jakarta kemarin.

Dia menjelaskan dana hasil obligasi itu sepenuhnya akan digunakan untuk melunasi utang bank. Total utang perseroan mencapai Rp 7,8 triliun, di mana Rp 1 triliun akan jatuh tempo tahun ini. “Langkah ini juga merupakan salah satu aksi korporasi strategis dalam rangka mempersiapkan aspek finansial untuk proses IPO,” kata Frans.

Masa penawaran awal obligasi dijadwalkan mulai hari ini hingga 4 Juni, sedangkan masa penawaran dilakukan pada 14 Juni. Pencatatan di Bursa Efek Surabaya akan dilakukan pada 22 Juni. Obligasi tersebut mendapat peringkat A- dengan prospek stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia. Bertindak sebagai penjamin emisi adalah PT Bahana Securities Indonesia.

Fran juga menegaskan, perseroan siap menaikkan nilai obligasi menjadi Rp 1,5 triliun, dari rencana semula Rp 1 triliun. Langkah ini, menurut dia, akan dilakukan jika terjadi kelebihan permintaan (oversubscribe.

Adapun Direktur Keuangan Jasa Marga Reynaldi Hermansjah mengatakan setelah proses penerbitan obligasi rampung, Jasa Marga juga berencana kembali menerbitkan surat utang tersebut dalam beberapa waktu ke depan.

Nilai obligasi berikutnya, menurut dia, tergantung besarnya kebutuhan dana investasi perseroan. Hingga tahun depan perusahaan pengembangan dan pengoperasian jalan tol itu membutuhkan dana sebesar Rp 10 triliun untuk investasi.

Pada tahun ini Jasa Marga n mentargetkan laba usaha meningkat 20 hingga 25 persen dari Rp 819 miliar pada tahun lalu. Sedangkan pendapatan ditargetkan mencapai Rp 2,6 triliun, naik 15 persen dari tahun lalu Rp 2,27 triliun. Tahun lalu perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp 462,57 miliar naik 50,41 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp 307,54 miliar.

Frans Sunito optimistis usaha jalan tol memiliki prospek yang baik seiring peningkatan volume lalu-lintas kendaraan. Perseroan, berupaya membangun ruas jalan tol baru untuk mengantisipasi kenaikan tersebut. “Sehingga perseroan menguasai paling sedikit 50 persen panjang tol di Indonesia,” katanya.

DESY PAKPAHAN






Komentar Anda

Kirim