Produsen Sawit Tolak Perluasan Pungutan Ekspor

Jum'at, 18 Mei 2007 | 00:05 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Produsen kelapa sawit menolak rencana pemerintah memperluas pungutan ekspor untuk stearin dan palm fatty acid distillates (PFAD). Perluasan pungutan ekspor untuk produk olahan kelapa sawit mentah itu dinilai akan mengurangi daya saing produk di pasar internasional dan potensial menghilangkan pangsa pasar Indonesia.

Menurut Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Akmaludin Hasibuan, India akan memprotes penerapan pungutan ekspor stearin dan PFAD. Sebab, negara tujuan ekspor utama Indonesia untuk kelapa sawit mentah dan produk olahan itu telah menurunkan bea masuk impor kelapa sawit dan produk olahan.

"Mereka bisa saja beralih ke Malaysia karena biaya lebih murah," kata Akmaluddin kepada Tempo di Jakarta kemarin. Indonesia dan Malaysia adalah penghasil utama kelapa sawit mentah dan produk olahan yang menguasai 85 persen pangsa pasar dunia.

Yuliawati






Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: