Permintaan Minyak dari Negara Asia Naik
Jum'at, 18 Mei 2007 | 15:37 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Permintaan minyak dunia dari negara-negara Asia diperkirakan akan meningkat dalam waktu lima tahun mendatang.
Gubernur Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk Indonesia Maizar Rahman mengatakan, kenaikan permintaan minyak diperkirakan sebesar 8,5 juta barel per hari, sehingga total permintaan menjadi 93-94 barel per hari. Saat ini produksi minyak dari anggota OPEC sekitar 85-86 juta barel per hari. "Empat puluh lima persen dari kenaikan itu (8,5 juta barel) permintaannya dari Asia Timur, terutama Cina dan India," katanya kepada wartawan di Jakarta, Rabu lalu.
Dia menjelaskan, permintaan minyak dari Cina dan India diperkirakan sekitar 4 juta barel per hari. Untuk mengantisipasi permintaan itu, OPEC akan berusaha menyeimbangkan permintaan dan produksi sekaligus menjaga harga minyak. Produksi minyak negara produsen di Timur Tengah ada kemungkinan akan ditingkatkan. "Saat ini peningkatan produksi memang belum. Kita lihat sidang OPEC September nanti," paparnya.
Dalam beberapa waktu terakhir permintaan minyak dunia memang meningkat terutama di negara-negara yang sedang berkembang ekonominya. OPEC pun telah menyebutkan pemakaian minyak bumi masih akan tetap mendominasi energi dunia sekitar 35 persen. Lembaga Energi Internasional (IEA) menyarankan produksi minyak perlu ditingkatkan untuk meredam kenaikan harga minyak dunia. Studi IEA menuimpulkan pada 2030 akan diperlukan investasi minyak global sebesar US$ 4 triliun (sekitar Rp 36 ribu triliun) dan investasi energi keseluruhan sebesar US$ 20 triliun (Rp 180 ribu triliun).
Nieke Indrietta




Komentar Anda :