Ekonom : Waspadai Capital Inflow Hingga Akhir Tahun
Jum'at, 18 Mei 2007 | 15:41 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah dan Bank Indonesia tetap harus mewaspadai terus masuknya modal asing ke Indonesia (capital inflow) hingga akhir tahun. Modal asing yang masuk tersebut diharapkan merupakan modal jangka panjang.
"Aliran modal yang masuk jangan didominasi oleh modal jangka pendek," kata Ekonom Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan kepada Tempo, Jumat (19/5).
Menurut Fauzi, terlalu dominannya modal jangka pendek yang masuk ke Indonesia dikhawatirkan akan menimbulkan gejolak jika sewaktu-waktu modal tersebut lari ke luar negeri. "Jangka pendek memang lebih mudah masuk, tapi lebih mudah keluar juga,' katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Bank Indonesia memperkirakan modal asing akan terus masuk ke Indonesia hingga akhir tahun. Hal itu dipicu masih menariknya kondisi Indonesia di mata investor asing.
Dari komposisi modal asing yang masuk ke Indonesia saat ini, lanjut Fauzi masih didominasi oleh modal jangka pendek. Data Bank Indonesia hingga 10 Mei 2007 total modal asing yang masuk ke SBI mencapai Rp 45,3 triliun dan yang masuk ke SUN mencapai Rp 77,2 triliun.
Ekonom Senior PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BNI) Ryan Kiryanto juga mengungkapkan hal yang sama. Menurut Ryan peningkatan capital inflow hingga akhir tahun tidak perlu dikhawatirkan, "Asalkan dana itu bisa dialihkan ke foreign direct investment (investasi langsung) agar bisa bertahan lama, "katanya.
Dia mencontohkan dana asing yang masuk itu digunakan untuk pembuatan pabrik baru, perluasan pabrik, peningkatan kapasitas produksi.
Sisi lain, Fauzy mengungkapkan untuk menghindari terjadinya gejolak sewaktu-waktu, pemerintah dan Bank Indonesia sebaiknya terus menjaga tingkat cadangan devisa lebih tinggi daripada jumlah modal asing yang masuk ke Indonesia. "Jadi kalau sekarang masih relatif aman karena cadangan devisa masih di atas jumlah modal asing yang masuk, "tandasnya.
Suryani Ika Sari





