BI Rate Bisa Di bawah 8,5 Persen

Jum'at, 18 Mei 2007 | 16:24 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) berpeluang terus turun hingga di bawah 8,5 persen pada akhir tahun ini.

Menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A. Sarwono, penurunan BI Rate di bawah 8,5 persen sangat mungkin karena makro ekonomi Indonesia terus membaik. Indikasinya tren laju inflasi terus menurun, nilai tukar rupiah terhadap dolar masih stabil,
dan meningkatnya pertumbuhan ekonomi selama triwulan pertama 2007. " Dengan rupiah yang terus membaik, BI Rate bisa lebih rendah lagi. Kami optimistis saja, " katanya kepada wartawan di sela-sela seminar di Bank Indonesia Jakarta, Rabu (16/5) lalu.

Dalam dalam asumsi makro 2007, BI memproyeksikan BI rate akhir tahun sebesar 8,5 persen, pertumbuhan ekonomi 6 persen dan pencapaian target inflasi 2007 6 persen plus minus satu persen. Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan itu sebanyak empat kali atau sebesar 100 basis poin dari 9,75 persen akhir tahun lalu menjadi 8,75 persen pada Mei 2007. Dalam Rapat Dewan Gubernur BI awal Mei lalu, BI memutuskan untuk memangkas BI Rate sebesar 25 basis point menjadi 8,75 persen dari sebelumnya sembilan persen.

Namun, dia menegaskan, Bank Indonesia tidak akan pernah mengarahkan tingkat BI Rate pada level tertentu. Bank sentral hanya mengacu pada tingkat pencapaian inflasi yang diperkirakan akhir tahun sebesar enam plus minus satu persen. "BI Rate merupakan instrumen yang digunakan untuk mencapai inflasi. Jadi yang kami lihat inflasinya bukan BI Rate," ujarnya.

Suryani Ika Sari

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :