Iklan Esia Perlu Direvisi
Senin, 21 Mei 2007 | 00:54 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) dan Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) minta agar iklan telepon seluler Esia milik PT Bakrie Telecom Tbk. direvisi. Pasalnya iklan itu dinilai kurang etis dan mendiskreditkan operator lain.
Anggota BRTI, Heru Sutadi, mengatakan operator seluler sebaiknya tidak membuat materi iklan yang frontal. Sebab dampaknya dapat memicu operator lain untuk berbuat hal yang sama, sehingga bisa menghambat pembukaan interkoneksi karena ada operator yang sakit hati.
Ketua ATSI, Johnny Swandi Sjam, berharap para operator telekomunikasi saling menjaga dalam mengkampanyekan produknya. Saat ini memang tidak ada panduan ataupun regulasi dalam beriklan. "Tapi kampanye produk seharusnya beretika," kata dia.
General Manager Coorporate Communications PT Bakrie Telecom Tbk., Noorman Ilyas, membantah bila Esia dikatakan telah mendeskriditkan operator telekomunikasi lain. "Kami hanya mengkomparasi fakta," ujarnya. Prinsip iklan tidak lain adalah untuk memberikan layanan informasi yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
"Jangan sampai menyulitkan konsumen," kata Noorman. Selama ini tidak banyak operator telekomunikasi yang mengkampanyekan produk mereka secara jelas. Noorman juga mengatakan, perang tarif antar operator bukanlah satu-satunya fokus perhatian. "Ini cuma soal kecil," kata dia. Meski saling berkompetisi, Noorman mengklaim bahwa Esia tetap memperhatikan pelayanan kepada konsumennya.
Eko Nopiansyah | M. Nur Rochmi
Topik :




Komentar Anda :