Saham Lapis Dua Mulai Menjanjikan

Senin, 21 Mei 2007 | 01:51 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Mahalnya saham-saham unggulan dengan kapitalisasi besar (blue chips) membuat investor mulai melirik saham-saham lapis dua, terutama pada saham emiten yang dinilai masih menjanjikan keuntungan karena didukung adanya aksi korporasi dan fundamental yang bagus.

Pilihan tertuju pada saham PT Central Proteinaprima Tbk., PT Mobile-8 Telecom Tbk., PT Lautan Luas Tbk., PT Bakrieland Development Tbk., PT Bhakti Investama Tbk., PT JAPFA Tbk., dan PT Jaya Pari Steel Corp Tbk. Harga saham perusahaan-perusahaan itu, selain sudah mengalami kenaikan tajam sejak awal April lalu, transaksi sahamnya tergolong sangat likuid.

Saham Central Proteinaprima, misalnya. Sejak awal April hingga transaksi 16 Mei lalu, harganya sudah melonjak 222,40 persen. Begitu pula dengan saham JAPFA naik 51,36 persen, Bhakti Investama terdongkrak 33,96 persen, Mobile-8 naik 21,15 persen, Lautan Luas naik 19,32 persen, Bakrieland naik 23,91 persen, dan Jaya Pari naik 21,47 persen.

Analis PT Sarijaya Permana Sekuritas, Rafdi Prima, menilai kenaikan harga saham Central Proteinaprima yang luar biasa ini tidak terlepas dari rencana mereka mengakuisisi PT Dipasena Citra Darmaja, perusahaan tambak udang terbesar di Indonesia eks milik taipan Syamsul Nursalim. "Ada kemungkinan akuisisi ini sangat besar terjadi. Mengingat pihak manajemen perseroan ingin menjadi pemain ekspor udang terbesar di dalam negeri dan dunia," katanya.

Menurut Rafdi, jika akuisisi ini terealisasi, harga saham yang berkode CPRO itu akan berpeluang naik ke level Rp 800-1.000 per saham. Spekulasi beli yang terjadi saat ini memungkinkan harga saham bisa melonjak lagi ke level Rp 700-810 per saham. "Karena target level sudah tercapai, investor yang ingin masuk pada saham ini dinilai sangat berisiko," ujarnya.

Adapun tingginya minat beli pada saham Mobile-8 karena dukungan laporan keuangan emiten kuartal I dan ekspansi usaha yang dinilai cukup positif. Rafdi memperkirakan, jika level Rp 345 bisa ditembus, saham kelompok Bhakti ini berpotensi naik menuju Rp 380, seperti harga saat penawaran umum saham tersebut.

Untuk saham Lautan Luas, Rafdi menilai kenaikan karena spekulasi beli dan tidak didukung faktor fundamental. "Target level Rp 600 sudah tercapai. Minat beli sudah berkurang. Waspada aksi ambil untung," ujarnya.

Sedangkan untuk sektor properti, saham Bakrieland menjadi ajang aksi beli kuat pelaku pasar. Analis PT BNI Securities, M. Alfatih, mengatakan kenaikan dipicu adanya peningkatan target harga oleh Merrill Lynch. "Prospek usaha ke depan masih bagus didukung fundamental yang membaik. Target harga bisa ke Rp 360-410 per saham," katanya.

l MUCHTAR WIJAYA | PDAT

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :