BI Revisi Pertumbuhan Ekonomi 2008

Senin, 21 Mei 2007 | 12:30 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada 2008 akan mencapai 6,2-6,8 persen. Ini berarti lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya sebesar 5,7-6,7 persen.

Optimisme tersebut, menurut Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah, didukung oleh pencapaian kondisi makro ekonomi Indonesia hingga triwulan pertama yang terus membaik. "Hingga triwulan kedua pertumbuhan diperkirakan mencapai 5,9 persen," ujar dia dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi Keuangan dan Perbankan DPR di gedung parlemen, Jakarta, Senin (21/5).

Dia melanjutkan, optimisme itu juga didukung oleh konsumsi swasta yang meningkat seiring kenaikan defisit pemerintah menjadi 1,5 persen dari sebelumnya 0,9 persen. Peningkatan defisit tahun ini terutama digunakan untuk penanggulangan bencana dan rehabilitasi infrastruktur. Sehingga diperkirakan, investasi tahun depan akan lebih signifikan dibandingkan dengan tahun ini yang masih rendah.

"Kami melihat ada perubahan prospek pertumbuhan menjadi 6,2-6,8 persen. Ini sejalan dengan implementasi regulasi dan realisasi investasi pada 2008," kata Burhanuddin.

Nilai tukar rupiah, menurut dia, hingga akhir tahun ini diperkirakan akan
terus menguat dengan gejolak yang lebih rendah. Bank Indonesia memperkirakan stabilitas rupiah semakin terjaga.

Meski optimistis dengan pertumbuhan ekonomi tahun depan,
Burhanuddin mengatakan, bank sentral tetap mempertahankan
asumsi pencapaian inflasi sebesar lima plus minus satu persen. "Tekanan inflasi kami perkirakan akan masih tetap tinggi," katanya.

SURYANI IKA SARI

Topik :

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :