Peredaran Uang Kartal Turun

Senin, 21 Mei 2007 | 17:51 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Jumlah peredaran uang kartal selama triwulan pertama 2007 turun 12,9 persen dari Rp 178,5 triliun pada Desember 2006, menjadi Rp 155,5 triliun.

Menurut Gubernur Bank Indonesia, Burhanuddin Abdullah dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi Keuangan dan Perbankan DPR, Senin (21/5) di gedung parlemen, penurunan itu lantaran faktor musiman, terutama karena ada hari besar keagamaan dan libur nasional.

Kegiatan aliran uang kartal yang keluar (outflow) maupun masuk (inflow) dari atau ke bank sentral, menurut dia, juga menunjukkan penurunan. Dana yang keluar turun sebesar 74,75 persen sedangkan yang masuk turun 32,19 persen.

Hal itu, kata dia, sejalan dengan penerapan uji coba setoran bayaran secara
nasional. Program ini dimaksudkan agar perbankan hanya menyetorkan uang dalam kondisi tidak layak edar.

Burhanuddin, menuturkan lebih lanjut, penurunan dana keluar dipicu oleh upaya perbankan mengoptimalkan pengelolaan manajemen kasnya. "Penurunan outflow yang melebihi penurunan inflow telah menyebabkan terjadinya net inflow sebesar Rp 23,3 triliun," katanya.

SURYANI IKA SARI

Topik :

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :