Penyerapan Anggaran Departemen Industri Rendah

Senin, 21 Mei 2007 | 18:28 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Penyerapan anggaran Departemen Perindustrian (Depperin) dan Departemen Perdagangan (Deperdag) selama Januari-Mei 2007 masih minim. Hambatan penyerapan dana Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun anggaran 2007 sebab lamanya proses lelang untuk melaksanakan program departemen.

"Kegiatan yang melalui proses lelang belum sepenuhnya terealisir. Sebagian kegiatan swakelola seperti sosialisasi, workshop dan pelatihan belum dilaksanakan," kata Sekretaris Jenderal Departemen Perindustrian Agus Tjahayana dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi Perindustrian DPR-RI, Senin (21/5). Hingga 15 Mei 2007 Depperin menyerap Rp 246,257 miliar atau 12,97 persen dari plafon Rp 1,899 triliun.

Sementara Deperdag hingga 30 April 2007, realisasi penyerapan sebesar Rp 261,13 miliar atau 16,28 persen dari total anggaran yang dikucurkan Rp 1,604 triliun.

Departemen Perindustrian memiliki beberapa program diantaranya program restrukturisasi tekstil dan produk tekstil (TPT) senilai Rp 255 miliar, program pembangunan pabrik biodisel Rp 106 miliar, anggaran dekonsentrasi Rp 139 miliar, dan program pengadaan mesin UKM.

Menurut Agus, untuk kegiatan dekonsentrasi yang belum selesai akan dikonsolidasi dengan pelaksana di daerah. Penerbitan Surat Keputusan pengelola DIPA untuk dana dekonsentrasi dan pembantuan oleh gubernur/bupati/walikota mengalami kelambatan. "Saat ini dana dekjonsentrasi masih dalam proses pencairan di Departemen Keuangan sebesar Rp 40,73 miliar, untuk pembangunan gedung," ujarnya.

Meski penyerapan terbatas, pemerintah tak mengkhawatirkan target pertumbuhan industri sebesar 7,96 persen tak terganggu. "Tak ada pengaruhnya terhadap pertumbuhan industri," kata Agus.

Dia menyatakan pemerintaha optimis menyerap anggaran 100 persen pada akhir tahun. Percepatan penyerapan dilakukan dengan pencairan dana restrukturisasi tekstil Rp 255 miliar. "Akan ada percepatan proses," katanya.

Sementara itu, anggota Komisi Industri, Perdagangan dan Penanaman Modal, Azam Azman mengkhawatirkan lambatnya penyerapan akan berpengaruh terhadap lambatanya sektor riil. "Perlu jadi perhatian agar realisasi penyerapan lebih tinggi," kata Azam.

YULIAWATI

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :