BNI Akan Hapus Buku

Kamis, 24 Mei 2007 | 03:50 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Bank Negara Indonesia Tbk. berencana menghapusbukukan piutang tak lancar dan memperkuat penyaluran kredit ke sektor usaha menengah. Dua rencana aksi ini merupakan langkah BNI meningkatkan nilai saham menjelang pelaksanaan penerbitan saham baru (rights issue) dan penawaran saham perdana (IPO) pada tahun ini.

Direktur Utama BNI Sigit Pramono menjelaskan penghapusbukuan (write off) tagihan macet merupakan mekanisme pengelolaan keuangan yang biasa terjadi pada sebuah bank. Manajemen akan menghapusbukukan piutang macet dalam rangka menyehatkan keuangan BNI.

"Rencananya, hapus buku akan dilakukan secara bertahap pada akhir semester kedua," katanya setelah menghadiri rapat umum pemegang saham di Jakarta kemarin.

Dia menegaskan BNI tetap akan menagih piutang dari debitor kendati penghapusbukuan jadi direalisasi. "Hapus buku tidak berarti setiap piutang secara otomatis dihapus," ujarnya.

Pemerintah telah menyetujui privatisasi lanjutan BNI pada tahun ini. Dalam privatisasi ini, BNI akan menambah modal dengan lewat rights issue sebesar 15 persen plus opsi tambahan lima persen. Pada saat yang sama, pemerintah akan menjual 15 persen sahamnya di BNI dari sebelumnya 99,17 persen. Dalam upaya menyukseskan rencana ini, BNI sudah melakukan penjajakan (roadshow) ke sejumlah investor.

Dia menjelaskan rasio kredit seret (NPL) BNI menjadi pertanyaan investor. Namun, dia yakin NPL bukan merupakan faktor utama yang dipertimbangkan investor karena saat ini rasio NPL sudah turun cukup signifikan, menjadi sekitar 5,47 persen (neto) hingga kuartal pertama 2007.

"Aspek kemampuan bank memperoleh keuntungan juga akan mereka hitung dengan baik. Mereka sudah mengkalkulasi harganya," paparnya. "Dari hasil roadshow, investor juga perlu penegasan tentang fokus bisnis BNI," dia menambahkan.

Sementara itu, dalam rapat umum pemegang saham kemarin, BNI memutuskan membagikan dividen Rp 962,91 miliar atau 50 persen dari laba bersih 2006 sebesar Rp 1,93 triliun. Setiap pemegang saham berhak menerima dividen Rp 72,5 per lembar saham.

l suryani ika sari






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: