Gubernur BI Usulkan Industri Fokus

Kamis, 24 Mei 2007 | 16:45 WIB

TEMPO Interaktif, Palu:
Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah menyarankan, pembangunan ekonomi fokus pada bidang-bidang tertentu saja. Tujuannya agar tidak terjadi disorientasi. Gubernur memberi contoh negara Swiss yang hanya fokus pada produk coklat, perbankan, dan jam tangan.

"Swiss tidak banyak produk yang difokuskan, cuma tiga. Berbeda dengan kita, semuanya mau diurus, jadi kehilangan orientasi," papar dia di sela-sela seminar nasional Indonesia Forum dan Expo 2007 di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (24/5).

Menurut dia, pertanian bisa dipilih sebagai fokus industri dan dijadikan basis pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dalam memilih fokus industri, kata dia, syarat mutlaknya adalah kualitas produk yang terjaga.

Burhanuddin menolak anggapan sektor riil tanah air tidak jalan. Dia hanya mengakui bahwa pergerakan sektor riil kurang signifikan dalam memacu pertumbuhan. "Kalau disebut sektor riil tidak jalan, artinya tidak ada pertumbuhan. Tapi nyatanya, ada pertumbuhan. Ini pikiran general saja," tuturnya.

Dia melanjutkan, sektor investasi sebagai motor penggerak utama sektor rill pun selama ini belum berjalan baik. Tapi, sektor komsumsi, ekspor impor dan perdagangan sudah menunjukkan kenaikan yang cukup baik.

DARLIS






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: