Indeks Diprediksi Menguat

Senin, 28 Mei 2007 | 08:29 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Indeks harga saham gabungan pada sesi perdagangan pekan ini diperkirakan akan kembali menguat (rebound) setelah sempat melemah pada penutupan pasar pekan lalu.

Indeks harga saham gabungan pada pekan lalu berhasil mencetak rekor tertingginya, yakni 2.104,246. Namun pada akhir pekan, indeks ditutup 2.060,434, turun 3,329 poin (0,16 persen) dibanding posisi pekan sebelumnya 2.063,763. "Pekan ini saya melihat dari indikatornya ada peluang rebound," kata Analis Saham PT Sinarmas Sekuritas Alfiansyah.

Dia memperkirakan indeks harga saham gabungan bisa kembali ke level 2.100. "Khusus hari ini dia (indeks) bisa sampai 2.097," kata dia. Faktor internal yakni fundamental makro ekonomi Indonesia yang bagus, menurut Alfiansyah menjadi faktor penggerak yang sangat positif bagi pasar.

Selain itu, kinerja emiten di bursa saham juga turut memberi sinyal positif bagi pasar. "Rencana pembagian deviden oleh emiten (pekan ini) tentu akan menggerakkan pasar," kata dia. Namun penguatan indeks juga dibayangi ketakukan pasar domestik oleh perseteruan elit politik yang dikhawatirkan bakal mempengaruhi stabilitas politik nasional.

Faktor eksternal juga mencemaskan pasar, yakni kenaikan tingkat suku bunga di Cina akibat laju inflasi yang tinggi. Faktor ini akan berpengaruh pada indeks regional. "Jadi tekanan indeks regional ke bursa Jakarta masih tetap ada," kata Alfiansyah.

Pekan lalu, indeks turun juga karena pengaruh efek kejut dari bursa kawasan. Kebijakan pemerintah Cina menaikkan suku bunga dan merevaulasi mata uang yuan untuk meredam laju pertumbuhan ekonominya sempat membuat bursa regional berjatuhan.

AGUS SUPRIYANTO






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: