Pipa Trans-Peninsula Menguntungkan Malaysia

Rabu, 30 Mei 2007 | 01:22 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pembangunan pipa minyak Trans-Peninsula di utara Malaysia akan lebih menguntungkan posisi strategis Malaysia, karena minyak mentah dari Timur Tengah tak perlu lagi melewati jalur padat Selat Malaka dan Singapura.

"Malaysia akan menjadi pemegang kendali yang kuat untuk distribusi minyak ke Asia Timur," ujar Luluk Sumiarso, Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, di Jakarta kemarin.

Dengan jaringan pipa baru ini, minyak mentah yang dikapalkan dari Timur Tengah akan dikilang di pantai barat Kedah dan dipompa lewat pipa sepanjang 300 kilometer ke Kelantan di pantai timur Malaysia. Minyak kemudian dapat diangkut kapal tanker ke Jepang, Cina dan Korea Selatan.

Tapi, menurut Luluk, pelabuhan Indonesia tak dirugikan dengan adanya pipa ini karena distribusi minyak mentah internasional tak singgah di pelabuhan Indonesia. Namun, kata dia, pelabuhan Singapura bakal menjadi lebih sepi.

Menurut Luluk, pembangunan pipa itu merupakan perjanjian antarpemerintahan Indonesia dan Malaysia. Tujuannya untuk menghindari kemacetan jalur distribusi di Selat Malaka dan Singapura.

Separuh dari pengapalan minyak dunia kini melalui Selat Malaka. Selat yang dikenal rawan pembajakan itu menjadi jalur laut tersibuk di dunia yang menghubungkan Samudera Hindia dan Laut Cina Selatan.

Trans-Peninsula Petroleum Sdn Bhd dari Malaysia, pemilik proyek itu, menggandeng Ranhill Engineers and Constructors Sdn Bhd dari Malaysia dan PT Tripatra dari Indonesia untuk membangun jaringan pipa senilai US$ 7 miliar atau sekitar Rp 61,6 triliun itu.

Trans-Peninsula juga merangkul Bakrie and Brothers dari Indonesia untuk menyediakan pipanya dan Al-Banader International Group dari Arab Saudi untuk memasok minyaknya.

Toharso, juru bicara PT Pertamina, mengatakan bahwa Pertamina tak terlibat dalam proyek ini. Sejauh ini, kata dia, Pertamina masih menggunakan kapal tanker untuk distribusi minyak mentah impor dari Timur Tengah.

YULIAWATI

Topik :

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :