BI: Bunga Kredit Tergantung Mekanisme Pasar

Rabu, 30 Mei 2007 | 11:06 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Indonesia tidak bisa mengintervensi perbankan dalam menentukan bunga kredit, termasuk skema kredit restrukturisasi industri tekstil. Pernyataan itu ditegaskan Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A. Sarwono di Jakarta.

“Kami serahkan sepenuhnya ke mekanisme pasar,” kata Hartadi menjelang Rapat Panitia Anggaran di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat.

Namun dia berharap perbankan mampu meningkatkan efisiensi, termasuk dalam penentuan tingkat bunga. Hal ini diperlukan supaya perbankan mampu bersaing. “Jangankan dengan bank asing, antar bank swasta nasional saja harus mampu bersaing,” katanya.

Seperti diberitakan, Asosiasi Pertekstilan Indonesia mengungkapkan kecenderungan pengusaha tekstil memilih produk kredit bank asing ketimbang bank nasional. Alasannya, bunga bank asing dinilai lebih murah, yakni mencapai 5-6 persen. Sedangkan bank swasta nasional masih menerapkan bunga di atas 10 persen.

Jalan keluar yang ditempuh Departemen Perindustrian, antara lain bekerja sama dengan Bank Indonesia. Kerja sama itu untuk menerapkan skema pembiayaan perbankan dalam menjaring kucuran kredit bagi pengusaha tekstil. Pemerintah memberikan bantuan subsidi hingga 11 persen senilai Rp 250 miliar dalam pembiayaan ini. Sedikitnya 40 pengusaha tekstil telah mendaftar sejak program ini diluncurkan.

AGOENG WIJAYA

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :