Paiton Energy Kuasai PLTU Paiton III dan IV
Kamis, 31 Mei 2007 | 00:40 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT PLN (Persero) akhirnya menunjuk PT Paiton Energy (Paiton Energy Company/PEC) sebagai pengembang proyek listrik Paiton unit III dan IV. Manajemen perusahaan listrik pemerintah tersebut menolak tawaran kerja sama perusahaan pembangkit dari Cina dengan anak perusahaan PLN, PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB).
Direktur Pembangkitan dan Energi Primer PLN Ali Herman Ibrahim mengatakan pihaknya sudah menyiapkan surat penunjukan PEC sebagai kontraktor listrik swasta Paiton. "Surat penunjukan langsung sedang disiapkan panitia," ujarnya kemarin.
Dia menjelaskan penunjukan langsung tersebut tidak menyalahi Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2006. Dalam peraturan tersebut, kata Ali Herman, PLN boleh menunjuk langsung untuk proyek listrik swasta atau ekspansi pembangkit listrik swasta.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Tempo, rencana PLN menunjuk PEC sudah dilakukan pada 2004. Bahkan penawaran investor asal Cina, Wellback Industrial Ltd., yang akan membiayai 100 persen proyek dengan harga listrik US$ 4,26 sen per kilowatt-jam, ditolak manajemen PLN. Padahal investor asal Cina itu menyatakan akan melakukan kerja sama dengan PJB pada proyek tersebut. PEC memberikan penawaran US$ 4,57 per kilowatt-jam atau lebih mahal dibanding penawaran investor asal Cina.
Namun, Direktur Utama PLN Eddie Widiono, dalam surat tertanggal 27 September 2004 dan 17 Desember 2004 kepada investor pembangkit asal Cina, Wellback Industrial Ltd., menyatakan pihaknya sedang melakukan negosiasi dengan PEC. Sehingga tawaran kerja sama untuk membangun pembangkit Paiton unit III dan IV tidak bisa dilakukan.
Bahkan penolakan keikutsertaan PJB dalam proyek Paiton III dan IV dikukuhkan dalam rapat umum pemegang saham pada Januari 2007.
Sumber Tempo di perusahaan listrik negara itu mengatakan PJB sebenarnya sanggup mencari pendanaan untuk proyek tersebut. "Tapi manajemen PLN sudah menetapkan lokasi pembangkit untuk III dan IV untuk PEC sejak dulu," katanya. Dia menambahkan, negosiasi antara PLN dan PEC dilakukan sejak tiga tahun lalu.
Ali Herman mengakui manajemen PLN tidak menyetujui keikutsertaan PJB di proyek tersebut. "Alasannya, keikutsertaan PJB dikhawatirkan akan memberatkan keuangan PLN," katanya.
Menurut dia, jika investasi dilakukan PEC atau Jawa Power, semua pembiayaan ditanggung oleh perusahaan tersebut. "Kalau PJB berinvestasi, beban di PLN. Beban PLN sudah cukup berat," tuturnya.
Mengenai harga jual listrik yang ditawarkan, Ali Herman mengatakan, hingga kini, pihaknya masih melakukan negosiasi dengan PEC. Dia meminta pengembang listrik swasta itu menawarkan harga lebih rendah daripada sebelumnya.
Proyek listrik Paiton terdiri atas delapan unit pembangkit. Unit I dan II dioperasikan oleh PJB. Sedangkan unit V dan VI oleh Jawa Power. Paiton Energy mengoperasikan unit VII dan VIII. Sedangkan lahan untuk unit III dan IV merupakan milik PJB dan direncanakan akan dibangun oleh anak perusahaan PLN.
l ALI NUR YASIN | NIEKE INDRIETTA
TOPIK
Komentar Anda
- PT. PEC kuasai Paiton3-4
tidak setuju
Pengirim : Setaywan di sby





