Flyover Ciputat Mulai Dibangun

Kamis, 31 Mei 2007 | 01:48 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Konstruksi flyover Ciputat mulai dikerjakan hari ini. Jalan sepanjang 1,5 kilometer itu digarap oleh kontraktor Jepang, Obayashi Corporation selama 16 bulan.

Kepala Sub Direktorat Pelaksana Jalan dan Jembatan Kota Departemen PU Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan pembebasan lahan seluas 1,6 hektar itu telah rampung 99 persen dengan nilai Rp 50 miliar. "Yang membebaskan Pemerintah Daerah Tangerang sejak 2004-2005," kata Danis
kepada wartawan di lokasi ground breaking, Rabu (30/5).

General Superitendent Obayashi Corporation Fujiwara menjelaskan pembangunan flyover ini bertujuan menyelesaikan masalah kemacetan di Pasar Ciputat sejak 1980an. "Karena itu direncanakan kendaraan melintas pasar Ciputat dengan jalan layang," kata dia dalam
sambutannya.

Ia melanjutkan, pihaknya akan menyelesaikan proyek jalan layang pada 2 Agustus 2008. "Tender kami lakukan tahun lalu," katanya. Obayashi, ia mengatakan, merupakan salah satu kontraktor terkemuka di Negeri Sakura yang juga mengerjakan proyek di Sulawesi Selatan sejak Januari 2004
hingga November 2005.

Menurut Fujiwara, biaya pembangunan jalan layang Ciputa dilaksanakan oleh Departemen Pekerjaan Umum dengan nilai Rp 94,9 miliar yang diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. "Untuk meningkatkan ekonomi wilayah yang terganggu akibat kemacetan lalu lintas," ucapnya.

Danis mengakui pihaknya mengalami kesulitan pembangunan, terutama yang berkaitan dengan utilitas dan lingkungan. "Ada kabel di bawah tanah, kami takut terganggu kalau ngebor," kata dia. Selain itu, kami juga harus hati-hati ketika memancang fondasi sebab bisa meretakkan
dinding rumah.

Selain jalan layang Ciputat, Departemen Pekerjaan Umum juga mengerjakan enam jalan dan jembatan metropolitan Jakarta yang dilaksanakan pada waktu yang bersamaan. "Nilai totalnya Rp 483 miliar atau sekitar 200 juta Yen," ujarnya.

Sebentar lagi, lanjut dia, akan dimulai pengerjaan jalan layang Cikarang dan Semplak underpass, Bogor. Menurut catatan, keseluruhan dana itu dibiayai oleh pinjaman Japan Bank International for Cooperation (JBIC).

Rieka Rahadiana

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: