|
Pemerintah Sepakati Asumsi Makro 2008 Versi DPR
Senin, 04 Juni 2007 | 12:48 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah, Bank Indonesia dan Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat menyepakati asumsi makroekonomi 2008. Asumsi makro ekonomi yang disepakati antara lain pertumbuhan ekonomi tahun depan 6,5-6,9 persen.
Menurut pimpinan rapat Olly Dondokombey, dewan menilai batas bawah pertumbuhan sebesar 6,5 persen cukup realistis karena tingginya konsumsi rumah tangga, belum bergeraknya investasi, dan perlambatan ekspor seiring melambatnya ekonomi global. Adapun batas atas pertumbuhan sebesar 6,9 persen disebabkan masih minimnya pencairan DIPA dan infrastruktur yang belum mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai perubahan asumsi tingkat pertumbuhan itu akan berpengaruh terhadap laju inflasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta suku bunga SBI tiga bulan. "Untuk menjaga konsistensi kerangka makro ekonomi, penurunan tingkat pertumbuhan itu menyebabkan laju inflasi yang bisa ditahan di 5,5-6,5 persen," ujarnya.
Sebab, menurut dia, pertumbuhan ekonomi berasal dari tingginya permintaan akan menyebabkan meningkatnya laju inflasi (demand push inflation). "Jika pertumbuhan didorong terlalu tinggi, trade off inflasi akan terjadi di kisaran Bank Indonesia 4-6 persen," katanya.
Ia juga menilai, akibat perubahan asumsi pertumbuhan akan berdampak pada asumsi suku bunga SBI 3 persen akan berubah menjadi 7-8 persen, dari patokan sebelumnya sebesar 7,5-8 persen.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Swaray Goeltom menilai tingkat pertumbuhan yang diajukan Dewan masih masuk akal. Itu masih berada dalam kisaran bank sentral 6,2-6,8 persen."
RR ARIYANI
INDEKS BERITA LAINNYA :
|