Pengusaha Dukung Perpanjangan PSH Minyak Goreng
Senin, 04 Juni 2007 | 19:45 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) mendukung keputusan pemerintah memperpanjang program stabilisasi harga minyak goreng hingga akhir Juni 2007.
Ketua GAPKI Derom Bangun mengatakan, produsen crude palm oil (CPO) siap memasok kebutuhan sekitar 45 ribu ton per minggu minyak goreng atau sekitar 130 ribu ton sampai dengan akhir Juni nanti.
"Apa yang diambil Wakil Presiden cukup tepat dan kami mendukungnya," kata Derom dihubungi Tempo, Senin (4/6). Produsen, lanjut dia, akan mengupayakan pasokan CPO ke perusahaan pemroses lebih cepat lagi. Dia mengakui, program stabilisasi harga minyak goreng yang dilakukan sejak awal Mei belum optimal menurunkan harga minyak goreng di tingkat konsumen hingga Rp 6.500-6.800 per kilogram.
Produsen, menurut Derom, juga mendukung pelaksanaan program domestik market obligation (DMO). "Sampai akhir Juni kami laksanakan operasi pasar setelah itu langsung terapkan DMO. Sekarang matangkan dulu sistemnya," kata dia.
Kalau DMO diterapkan, kata dia, diharapkan pemerintah batal menaikkan bea keluar (pungutan ekspor) CPO.
Dia menambahkan, agar DMO berjalan baik, maka pertama-tama pemerintah harus menyiapkan angka pasti berapa kebutuhan minyak goreng dalam negeri, berapa besar yang akan disebsidi, dan berapa andil masing-masing produsen CPO disesuaikan dengan total produksi dan luas lahan sawit mereka. Dan terakhir, siapa perusahaan pemroses CPO juga harus ditetapkan.
AGUS SUPRIYANTO
Topik :




Komentar Anda :