Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Saham-saham BUMN Tergerus
Selasa, 05 Juni 2007 | 01:09 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Langkah pemerintah untuk mempercepat penawaran saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke publik (Initial Public Offering/IPO) diantisipasi oleh para big player (pemain besar) dengan melakukan aksi jual saham-saham BUMN yang listed di Bursa Efek Jakarta.

Strategi yang dilakukan ini diduga untuk mendapatkan harga tawaran murah saat privatisasi atau IPO saham BUMN dilakukan.

Hal ini tercermin dari transaksi sejak 23 Mei hingga 4 Juni 2007 kemarin pada 13 saham BUMN. Tujuh di antaranya mengalami penurunan rata-rata 5,38 persen. Penurunan terbesar terjadi pada saham PT Aneka Tambang Tbk. 14,92 persen dari Rp 15.750 menjadi 13.400 per saham.

Berikutnya, saham PT Timah turun 11,97 persen dari Rp 12.950 menjadi Rp 11.400 per saham, Indosat 2,86 persen dari Rp 7.000 menjadi Rp 6.800 per lembar, PGN turun 3,38 persen dari Rp 10.350 ke Rp 10.000 per saham. Sementara, BNI turun 2,97 persen dari Rp 2.525 ke Rp 2.450 per unit, BRI turun 0,79 persen, dan Bank Mandiri turun 0,77 persen.

Meneg BUMN Sofyan A. Djalil telah menetapkan divestasi 15 BUMN tahun ini, dari rencana sebelumnya 17 BUMN. Pemerintah menunda dua program privatisasi PT Krakatau Steel dan Bank Tabungan Negara (BTN). Rencananya pemerintah akan melepas 30-35 persen saham BNI ke pasar modal Juli nanti. Sebagian saham pemerintah di Bank Mandiri dan PGN kemungkinan besar juga akan di lego tahun ini.

Namun, kemarin dia membantah, penurunan sejumlah saham BUMN di bursa lantaran ada unsur kesengajaan untuk menjatuhkan harga saham perusahaan negara saat didivestasi. "Ini hanya kondisi sesaat dari transaksi pasar," ujarnya.

Menurut analis PT Sinarmas Sekuritas Alfiansyah, saham-saham perusahaan pemerintah di lantai bursa mengalami tekanan sejak Meneg BUMN berencana mempercepat privatisasi dan IPO. "Aksi jual dilakukan guna mendapatkan harga tawaran rendah saat privatisasi nanti," katanya.

Padahal, kata dia, saham-saham BUMN ini tergolong bagus dengan fundamental solid dan memberi dividen yang besar. "Jika saham-saham BUMN terus ditekan, likuiditas sahamnya akan berkurang," jelas dia.

Sementara, pengamat pasar modal Edwin A. Sinaga menilai, koreksi harga saham BUMN adalah wajar karena sepenuhnya hasil mekanisme pasar. "Kenaikan saham-saham BUMN dinilai sudah berada pada posisi jenuh beli. Investor mengambil keuntungan ditengah isu stock split Aneka Tambang dan belum adanya kesiapan PGN merealisasikan proyek-proyek besar," kata dia.

I MUCHTAR WIJAYA (PDAT)/BUDIRIZA










Dari Arsip Majalah TEMPO
Bisnis Sepekan | 14 Pebruari 2005
Mengkaji Hoki Berjodoh | 14 Pebruari 2005
Juragan Baru Para Pekerja | 07 Pebruari 2005
Dua yang Terseret Global | 03 Januari 2005
Sopir Baru Bank Mandiri  | 10 November 1998
Bisnis Sepekan | 23 Maret 1999
Gelombang Terjal Menerpa Grosbeak  | 16 Maret 1999
Bisnis Sepekan | 29 November 2004
Kredit Seret Jangan Gelondongan | 29 November 2004
Bisnis Sepekan  | 15 Desember 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Adhi Karya Segera Lepas Saham
Pesangon Karyawan PT DI Dibayar Setelah PP Terbit
Adhi Karya Harus Bayar Dividen
Semen Gresik Usulkan Dividen 35 Persen
BUMN Rugi Akan Dibubarkan
Direktur PT.Industri Sandang Nusantara Jadi Tersangka Korupsi
Bapepam Siap Bantu Pemeriksaan Korupsi di BUMN
Meneg BUMN Segera Bertemu Jaksa Agung
Pemerintah akan Reaktivasi Negosiasi dengan ExxonMobil
BTN Minta Wacana Merger Dihentikan
> selengkapnya...

Referensi

Latar Belakang Perusahaan Pengelola Aset Negara (PPA)
Profil Syafruddin Arsyad Temenggung
PP RI No.61 Thn. 2003 Tentang Perubahan Atas PP No.7 Thn.2003 Tentang Pendirian Perusahaan Umum (PERUM) BULOG
PP RI No.27 Thn.2003 Tentang Penjualan Sahan Milik Negara RI Pada Perusahaan Perseroan (Persero) PT.Bank Mandiri
PP RI No.26 Thn.2003 Tentang Penambahan Modal Negara RI Ke Dalam Modal Sahan Perusahaan Perseroan (Persero) PT.Bank Mandiri
> selengkapnya...

Website

Kementerian BUMN

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk101294 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Panwas Protes KPU Jawa Timur
Korban Lumpur Lapindo Banyak Yang Belum Ambil Bantuan Presiden
Ibu Tewas Tertabrak Bus Transjakarta
Kejaksaan Sudah Periksa 7 Orang
Tersangka Bom Ikan Ditangkap

<< June,2007>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data