Laju Industri Nasional Seret

Selasa, 05 Juni 2007 | 16:02 WIB

TEMPO Interaktif, Pekanbaru:Pertumbuhan industri nasional yang hanya 5 persen saat ini tetap berdampak buruk atas pertumbuhan ekonomi nasional. Angka pertumbuhan ini sangat jauh dari target minimal pertumbuhan yang idealnya mencapi 9 hingga 10 persen.

Hal itu dikatakan Kepala Badan Pengelola Statistik Pusat Rusman Hariawan disela sela acara seminar bertajuk Peta Usaha Ekonomi di Riau hasil Sensus Ekonomi 2007 di Pekanbaru, Selasa (4/6).

Menurut Rusman, dengan pertumbuhan industri yang seret, secara langsung berpengaruh kepada semua sektor, baik ekonomi, tenaga kerja, kemiskinan dan lain sebagainya. Itu sebabnya, kata Rusman, percepatan pertumbuhan industri hendaknya menjadi prioritas utama untuk mengejar berbagai ketertinggalan sektor yang lain.

Riau yang memiliki laju pertumbuhan industri sekitar 6,3 persen pada 2006, katanya, ternyata belum signifikan atas tingkat ketenagakerjaan hingga mengurangi angka kemiskinan. "Kendati bagus, namum idealnya Riau harus mampu memacu pertumbuhan industrinya pada level 9 persen. Ini akan baik bagi Riau," ujar Rusman.

Gubernur Riau H.M. Rusli Zainal mengakui target pertumbuhan ekonomi yang dipatok pada angka 8.5 persen belum sanggup diraih. Namun, dengan pencapaian pertumbuhan yang 6,3 persen sesungguhnya sudah menunjukkan tanda tanda pertumbuhan ekonomi.

Pengamat ekonomi Riau Viator Butar Butar menyebut, boomming harga CPO dan keterlibatan masyarakat luas atas kebunnya yang sudah dirintis sejak tahun sebelumnya sesungguhnya sudah berdampak bagus atas tingkat kemakmuran Riau. "Artinya, masyarakat itu sesunguhnya sudah berjuang sejak dulu," ujar Viator

Jupernalis Samosir






Komentar Anda

Kirim