Penjualan BNI-Jasa Marga Mundur
Selasa, 05 Juni 2007 | 17:17 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan Djalil mentargetkan penjualan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk. dan PT Jasa Marga (Persero) bisa dilaksanakan Agustus. Jadwal ini berubah dari rencana semula, Juli 2007.
"Semula inginnya Juli, tapi kita harus melihat kondisi pasar," tutur Sofyan di Jakarta, hari ini. Pada bulan tersebut, kata dia, roadshow akan dilakukan untuk menawarkan dua perusahaan negara ini kepada para calon investor.
Sofyan tidak mengkhawatirkan musim liburan yang juga terjadi pada Agustus. Padahalnya, umumnya para Fund Manager atau pengelola dana maupun investor pun sedang menikmati masa liburan.
Dia juga memastikan tidak ada perubahan mengenai penjamin emisi atau underwriter untuk penjualan saham BNI, yakni JP Morgan dan Bahana Securities. Sementara, untuk penawaran perdana saham (IPO) Jasa Marga akan menggunakan Konsorsium Bahana Securities dan PT Danareksa Sekuritas sebagai penjamin emisi.
Saat ini, total kepemilikan pemerintah di BNI mencapai 99,17 persen saham, dan sisanya, 0,83 persen dimiliki publik. Dari divestasi BNI, sebanyak 15 persen melalui secondary offering (penawaran saham kedua) dan 15 persen dari rights issue (penerbitan saham baru), Sofyan mentargetkan, mampu meraup dana segar sekitar Rp 10 triliun.
Sedangkan, dalam IPO Jasa Marga, pemerintah akan melepas 30 persen sahamnya ke publik. Targetnya, Jasa Marga memperoleh tambahan modal Rp 2,5 triliun, yang akan digunakan untuk infrastruktur jalan tol.
Untuk meningkatkan nilai saham di pasar saat penjualan nanti, BNI menyiapkan dua langkah utama. Direktur Utama BNI Sigit Pramono pernah menyebutkan, langkah itu adalah dengan memperkuat sektor usaha kecil menengah serta melakukan hapus buku kredit seret secara bertahap.
Menurut dia, investor membutuhkan penegasan fokus bisnis BNI.
Aguslia Hidayah
Topik :




Komentar Anda :