Harga Minyak Goreng di Bali Terus Melambung
Rabu, 06 Juni 2007 | 11:39 WIB
TEMPO Interaktif, Denpasar:
Harga minyak goreng di Bali terus mengalami kenaikan. Di tingkat pengecer, harga sudah mencapai Rp 9.000 per kilogram. Padahal sehari sebelumnya, harga masih di tingkat Rp 8.500 per kilogram.
“Saya beli di grosir sudah Rp 8.500 per kilogram,” kata Ni Ketut Darmi, seorang pengecer di jalan Hayam Wuruk, Denpasar, Rabu (6/6).
Kenaikan itu, menurut dia, terus menjulang sejak Maret lalu dari mulai harga Rp 6.500. “Semua orang mengeluh tapi terpaksa tetap membeli,” ujarnya.
Kepala Sub-Dinas Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Bali Bagus Wijaya mengatakan, kenaikan harga ini lantaran harga di distributor pun mengalami kenaikan. Sebelumnya, harga di distributor Rp 7.325 per kilogram, dan harga di konsumen menjadi Rp 8.000 per kilogram. Tetapi sekarang ini harga distributor telah menjadi Rp 8.000 dan di tingkat pedagang besar mencapai Rp 8.500 per kilogram. “Wajar kalau di tingkat eceran sampai Rp 9.000 per kilogram," katanya.
Susahnya, kata Wijaya, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menekan distributor menurunkan harga. Apalagi di Bali, yang ada hanyalah agen, sedangkan pusatnya di Surabaya. “Setiap kali kami ajak bicara, mereka minta langsung kontak ke Surabaya,” katanya.
Yang bisa dilakukan, dia melanjutkan, hanya mengirimkan surat ke Dirjen Perdagangan Dalam Negeri agar meminta produsen di Jawa Timur (Sidoarjo dan Surabaya) yang menguasai pemasaran minyak goreng di Bali melakukan stabilisasi harga atau melakukan operasi pasar. “Suratnya sudah dikirimkan 15 Mei lalu tapi belum ada jawaban,” tuturnya.
Disperindag Bali merencanakan segera mengajukan surat susulan agar Dirjen PDN bersikap lebih tegas. Sebab, pada 29 Juni nanti, umat Hindu di Bali sudah akan merayakan Galungan dan bisa dipastikan kebutuhan minyak goreng akan meningkat tajam. ”Kalau tidak, kami minta Dirjen mengizinkan dilakukannya operasi pasar oleh asosiasi,” sebutnya.
Mengenai stok minyak goreng, menurut dia, tidak ada masalah di tingkat produsen, pengecer maupun di pasaran. Bahkan, informasi yang didapatkan dari pemasok, pengadaan minyak goreng di Bali yang dilakukan oleh pabrik maupun distributor dari Surabaya dan Sidoarjo berlangsung lancar. Kedua perusahaan tersebut mengucurkan minyak goreng secara rutin. PT Sari Argo Utama Persada mengucurkan 2.000 ton per bulan. Sedangkan PT Sawit Tunggal Arta Raya (STAR) mengucurkan 1.500 ton per bulan.
Rofiqi Hasan
Topik :




Komentar Anda :