Ekspor Kakao Makassar Stagnan
Rabu, 06 Juni 2007 | 13:44 WIB
TEMPO Interaktif, Makassar:
Nilai ekspor kakao dari Sulawesi Selatan cenderung statis dalam beberapa tahun terakhir, padahal total ekspor Indonesia untuk komoditi ini mengalami peningkatan.
Kepala Divisi Tata Ruang dan Pengembangan Wilayah Universitas Hasanuddin, Rusnadi Padjung menuturkan, ekspor kakao Indonesia sebagian berasal dari Sulawesi Selatan yakni 41 persen, jumlah ini sebelum Sulawesi Barat berpisah.
"Ekspor kakao dari pelabuhan Makassar turun terus dalam 5 tahun terakhir. Pada 2006 hanya 74 persen dari ekspor 2001," kata Rusnadi di Makassar, hari ini.
Data ekspor biji kakao dari Departemen Perindustrian dan Pariwisata Sulawesi Selatan menunjukkan, pada 2001 diekspor 177 ribu ton, 2002 sebanyak 258 ribu ton, 2003 sebanyak 197 ribu ton, 2004 sebanyak 200 ribu ton, dan 2005 sebanyak 193 ribu ton.
Sementara dari data kajian tentang kondisi perkakaoan, dari total produksi kakao Indonesia sebesar 445 ribu ton tahun lalu, sebanyak 350 ribu ton dihasilkan di Sulawesi dan 170-180 ribu ton di antaranya di Sulawesi Selatan. "Artinya, ada penurunan produksi kakao dalam beberapa tahun terakhir ini," kata Rusnadi.
Irmawati





