BI Rate Diprediksi Turun 25 Basis Poin戼⁲㸯戼⁲㸯

Kamis, 07 Juni 2007 | 00:19 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Praktisi pasar modal mengharapkan bank sentral akan menurunkan suku bunganya (BI rate) 25 basis poin, yaitu dari 8,75 persen menjadi 8,50 persen. Rencananya hari ini, BI rate akan diputuskan dalam rapat dewan gubernur Bank Indonesia. 戼⁲㸯戼⁲㸯

Analis Yulie Securindo Hendra Bujang mengungkapkan adanya ekspektasi positif pelaku pasar modal terhadap penurunan BI rate. Para praktisi berharap pasar kembali bergairah setelah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah hingga mencapai Rp 8.900. “Ekspektasinya turun 25 basis poin,” kata Hendra ketika dihubungi Tempo kemarin. 戼⁲㸯戼⁲㸯

Kondisi makro yang membaik, kata dia, sebetulnya memberi ruang bagi Bank Indonesia untuk menurunkan reference rate hingga 50 basis poin dari posisi saat ini 8,75 persen. Tapi Hendra berharap, bank sentral tetap berhati-hati dalam menentukan besarnya BI rate, terutama dari faktor pergerakan rupiah terhadap dolar.戼⁲㸯戼

⁲㸯 Hendra mengungkapkan alasannya. Sekitar Juni hingga September adalah masa yang rawan. Saat itu, kebutuhan atas dolar akan meningkat sebab banyak utang luar negeri yang jatuh tempo. Kondisi ini, bisa melemahkan nilai tukar rupiah. Apalagi bila terjadi penarikan dana asing akibat tingkat suku bunga yang tidak menarik.戼⁲㸯戼⁲㸯

Kendati demikian, dia menilai penurunan suku bunga harus tetap dilakukan untuk menggerakan sektor riil. Sebab pergerakan sektor riil akan sangat mempengaruhi pasar modal. 戼⁲㸯戼⁲㸯 Macetnya sektor riil, akan mengurangi konsumsi atas barang dan jasa. Akibatnya, kinerja perusahaan ikut melemah karena rendahnya permintaan. “Jika demikian, pasar modal tak akan lagi menarik,” katanya khawatir. 戼⁲㸯戼⁲㸯

Ryan Kiryanto, Ekonom Senior PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BNI) juga memprediksi BI rate bakal turun hingga 25 basis poin. Ekpektasi ini didukung oleh membaiknya kondisi makro ekonomi Indonesia. 戼⁲㸯戼⁲㸯 Dengan cadangan devisa di atas US$ 59 miliar, maka kini adalah saat yang tepat bagi bank sentral menurunkan suku bunga. "BI harus konsisten dengan BI rate di level 8,5 persen hingga akhir tahun," katanya. 戼⁲㸯戼⁲㸯

Inflasi Mei 0,1 persen, kata dia, bukan hambatan bagi BI untuk menurunkan suku bunganya. "Inflasi Mei sangat kecil, hanya 0,1 persen," katanya. Apalagi inflasi year on year masih berkisar 6 persen. 戼⁲㸯戼⁲㸯

Ryan menyarankan agar bank-bank mengantisipasi penurunan ini. Turunnya BI rate akan menurunkan pula suku bunga kredit dan valuta asing (valas). "Pemerintah dapat membantu dengan membangun instrumen-instrumen alternatif," kata dia menyarankan. 戼⁲㸯戼⁲㸯戼⁲㸯

AGOENG WIJAYA I RAFLY WIBOWO 戼⁲㸯

TOPIK






Komentar Anda

Kirim