Tiga Bulan Lagi Bunga Bank Bisa Turu

Jum'at, 08 Juni 2007 | 00:39 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Bunga pinjaman bank berpeluang terus menurun setelah kemarin (Kamis, 7/6), Bank Indonesia kembali memangkas bunga patokan (BI Rate) sebesar 25 basis point menjadi 8,50 persen dari sebelumnya 8,75 persen. "Penurunan bunga tidak bisa sak deg sat nyet (seketika). Kami masih menunggu 1-3 bulan lagi," kata Direktur PT Bank Internasional Indonesia Tbk. (BII) Sukatmo Padmosukarso kepada Tempo di Jakarta kemarin.

Menurut Direktur PT Bank Mandiri Tbk. Sentot A. Sentausa, bunga pinjaman bank berpeluang turun setelah bank sentral menurunkan BI Rate. Namun, bank memang tidak bisa serta merta langsung menurunkan bunga kredit atau pinjaman beberapa jam atau sehari setelah BI menurunkan bunga patokan. Sebab bank masih menanggung tingkat bunga bawaan dari bulan-bulan sebelumnya. "Tunggu 1-3 bulan lagi," ujarnya.

Dia meyakinkan bunga Bank Mandiri akan cenderung menurun. Dia merujuk langkah manajemen yang menurunkan bunga kredit hingga 100 basis point (1 persen) sejak BI menurunkan bunga pada awal tahun lalu. "Sekarang suku bunga kredit produktif kami sekitar 13-15 persen, turun dari sebelumnya 16 persen," ujarnya.

Dalam Rapat kemarin, Dewan Gubernur BI memangkas BI Rate untuk ke lima kalinya sejak awal tahun ini. Pada awal 2007, BI Rate masih berada di level 9,75 persen. "Membaiknya kondisi perekonomian lokal dan global jadi pertimbangan kami dalam menurunkan suku bunga," kata Direktur Perencanaan Strategis BI Budi Mulya jumpa pers di Jakarta kemarin.

Dia menyebutkan, hingga triwulan pertama 2007, perekonomian Indonesia tumbuh signifikan mencapai 5,97 persen, lebih tinggi dari perkiraan bank sentral. Laju inflasi inti tahunan (year on year) juga terkendali di level 5,62 persen, merupakan laju inflasi terendah dalam enam tahun terakhir.

Kondisi moneter juga relatif stabil yang ditunjukkan oleh penguatan rupiah sebesar 2,9 persen dari 9.093 per dolar Amerika Serikat pada April menjadi 8.800 per dolar pada Mei lalu. "Kondisi ini memberikan jaminan bagi landasan pertumbuhan ekonomi yang berlanjut, " ujarnya.

Menteri Koordinator Perekonomian Boediono mengatakan, penurunan BI Rate seharusnya bisa direspons positif oleh pelaku pasar, perbankan dan pengusaha. Karena penurunan bunga bisa mengurangi biaya bisnis, biaya investasi dan menggerakkan investasi dalam negeri." Kalau suku bunga lebih turun lagi, nanti kredit juga akan meningkat," katanya.
SURYANI IKA SARI | ANTON APRIANTO






Komentar Anda

Kirim