Aksi Ambil Untung, Rupiah Melemah
Jum'at, 08 Juni 2007 | 08:02 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Dalam sepekan terakhir nilai tukar rupiah cenderung melemah akibat koreksi pergerakan rupiah yang sebelumnya menguat. "Rupiah melemah menjadi 9000," kata pengamat pasar uang dari Bank Permata Suryanto Cang.
Dia menjelaskan penyebab utama melemahnya rupiah tak lain karena pergerakan teknis yang memicu para investor mengambil profit taking. "Itu faktor utamanya," ujar Suryanto hari ini.
Faktor lainnya adalah pengaruh suku bunga 25 persen dari BI rate, sehingga Amerika Serikat belum tentu akan menurunkan suku bunga. Dari kondisi tersebut, kata Suryanto, ada kekhawatiran terhadap suku bunga.
Suryanto memperkirakan masih terjadi perlemahan rupiah pada pekan depan. Tapi dalam jangka panjang, rupiah diperkirakan cenderung menguat."Investor masih punya legitimasi dimana investasi akan ditaruh," ujarnya.
Menurutnya tidak ada berita fundamental yang berpengaruh dan investor hanya melihat pergerakan mata uang global terutama dari investasi portofolio.
Suryanto juga menilai angka psikologis yang beredar hanya akan berlangsung sebentar saja. Dia memprediksian dalam waktu hingga sebulan terakhir rupiah akan menguat hingga 8500-8600 per dolar AS.
dian yuliastuti





