Enam Ruas Tol Tak Diminati Investor
Jum'at, 08 Juni 2007 | 10:39 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sebanyak 12 calon investor resmi mengundurkan diri dari proses penawaran proyek penggarapan enam ruas tol senilai Rp 17,3 triliun. Menurut Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Hisnu Pawenang, alasan pengunduran diri investor-investor itu adalah tidak adanya kejelasan dalam masalah pembebasan lahan.
"Mereka tidak merasa aman dan nyaman," tutur Hisnu dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi Infrastruktur Dewan perwakilan Rakyat di gedung parlemen, Jakarta, kemarin.
Keenam ruas tol itu adalah Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran, Kunciran-Serpong, Serpong-Cinere, Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, dan Cimanggis- Cibitung. Dari keenam ruas itu, lima ruas hanya diminati satu calon investor. "Cuma ruas Cimanggis-Cibitung yang dilirik dua calon investor," ujarnya.
Dalam rapat itu, anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Endang Karman Sastraprawira, menanyakan langkah apa yang akan diambil pemerintah terhadap keenam ruas itu.
Hisnu memaparkan, menurut Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol, panitia tender berhak mengusulkan kepada Menteri Pekerjaan Umum untuk menenderkan ulang atau meneruskan negosiasi dengan jumlah investor kurang dari tiga.
"Kecenderungannya dinegosiasikan," kata dia. Sebab, ujar Hisnu lebih lanjut, tender ulang pun tak menjamin jumlah investor bertambah.
Sementara itu, terhadap dua calon investor ruas Cimanggis-Cibitung, Hisnu mengungkapkan kekhawatirannya. "Kami khawatir mereka main mata. Ini akan berbahaya," ujarnya.
Sedangkan untuk ruas lain di luar Pulau Jawa yang juga tak diminati investor meski telah ditenderkan, seperti Medan-Kuala Namu dan Cileunyi-Sumedang-Dawuan, pemerintah akan memberikan insentif. "Kami akan menanggung biaya tanah dan sebagian konstruksi," kata Hisnu.
l Rieka Rahadiana
Topik :




Komentar Anda :