Pelemahan Rupiah Diperkirakan Masih Berlanjut

Senin, 11 Juni 2007 | 07:27 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Nilai tukar rupiah dalam perdagangan hari ini diperkirakan masih akan melemah. Pelemahan ini masih terpengaruh oleh adanya aksi ambil untung (profit taking) pada transaksi di lantai bursa sejak pekan lalu.

Analis keuangan Fahrial Anwar pun menyatakan tidak yakin rupiah akan menguat hari ini. "Selain karena bank sentral (Bank Indonesia) tidak berusaha menggerakkan penguatan rupiah, profit taking masih akan membayangi,"kata Fahrial kepada Tempo melalui telepon, Senin (11/6).

Pada akhir perdagangan Jumat (8/6) lalu, rupiah ditutup di level Rp 9.073 per dolar AS. Atau melemah 201 poin dibanding penutupan Kamis (7/6) yang berada pada level Rp 8.872 per dolar AS.

Fahrial memprediksikan pergerakan rupiah pada pembukaan perdagangan awal pekan ini akan bertengger pada kisaran Rp 8.900- Rp 9.100. "Tidak akan banyak berubah, dan tidak yakin bisa menguat melampaui level Rp 8.700," ujarnya.

Dia juga menganggap bahwa pasar modal masih akan menjadi penggerak perubahan rupiah. "Kalau indeks pasar modal ikut melemah, kemungkinan rupiah juga ikut tertekan," tutur Fahrial.

Fahrial menggambarkan kondisi rupiah saat ini serupa dengan grafik pergerakan rupiah fase Juli 2006-April 2007. Karena pergerakan rupiah cenderung dipertahankan pada kisaran Rp 9.100. "Walaupun pasar modal sedang melonjak, rupiahnya tidak banyak berubah," katanya. Wahyudin Fahmi






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: