Gubernur DIY Minta Operasi Pasar Minyak Goreng

Senin, 11 Juni 2007 | 13:34 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta:
Harga minyak goreng di Yogyakarta masih berada di atas Rp 9.500 per liter. Mahalnya harga minyak goreng itu sudah terjadi mulai di tingkat pedagang besar yang mencapai Rp 9.000 hingga Rp 9.200 per liter. Meski beberapa kali telah dilakukan operasi pasar khusus minyak goreng, harga belum juga mengalami penurunan.

Pantauan di pasar induk Bringharjo Yogyakarta, misalnya, harga minyak goreng masih mencapai Rp 9.000 per liter untuk jenis Barco dan Rp 8.300 untuk jenis minyak goreng kelapa sawit. Meski demikian, para pedagang mengaku tidak kesulitan untuk memperoleh pasokan minyak goreng.

"Pasokannya lancar, tapi harganya masih terus naik meski sedikit-sedikit," kata pedagang di pasar Bringharjo, Ny Sudariyani, Senin (11/6).

Dijelaskan, setiap hari ia menerima pasokan minyak goreng sebanyak empat jerigen masing-masing berisi 17 liter dengan harga Rp 153 ribu per jeringen. Jika ditotal, kata dia, dalam seminggu terakhir terjadi kenaikkan sebesar Rp 3.000-5.000 setiap jeringennya.

Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta agar operasi pasar khusus minyak goreng tidak dilakukan di pasar tetapi langsung ke masyarakat. Sebab jika dilakukan di pasar, kata dia, yang akan menikmati justru pedagang bukan masyarakat umum yang selama ini terkena dampak langsung.

"Saya sudah minta agar operasi pasar minyak goreng dilakukan di perumahan bukan di pasar. Masalah minyak goreng ini memang tidak sederhana apalagi karena harga CPO-nya sudah tinggi. Tapi yang penting kebutuhan masyarakat bawah bisa terpenuhi," kata Sultan.

SYAIFUL AMIN

Topik :

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :