Kenaikan Pungutan Ekspor Tak Pengaruhi Investasi Sawit
Senin, 11 Juni 2007 | 15:58 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Rencana kenaikan pungutan ekspor minyak sawit mentah sebesar lima persen menjadi 6,5 persen tak akan pengaruhi minat investasi di industri kelapa sawit dan turunannya. Investasi kelapa sawit akan terpengaruh jika pemerintah menerapkan pungutan ekspor mencapai 20 persen.
"Jumlah sebesar itu (lima persen) tak akan berpengaruh dan tak terlalu signifikan. Margin keuntungan tak terganggu,"ujar Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Akmaluddin Hasibuan, Jakarta (11/6).
Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), ada dua perusahaan yang mendapat persetujuan investasi di industri kelapa sawit dan minyak makan senilai Rp 1,88 triliun. Dua perusahaan yang melakukan investasi adalah PT Sumaterajaya Agrolestari (Rp 1,243 triliun) dan PT Megasawindo Perkasa (Rp 646 miliar).
YULIAWATI





